Ijazah Wakil Bupati Humbahas Dipertanyakan

SLEMAN (KRjogja.com) – Komunitas Anak Rantau Asal Humbahas berniat mencari penjelasan mengenai ijazah wakil bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Saut Parlindungan Simamora. Mereka menilai ijazah yang dimiliki Saut dari SMA Bopkri 1 Yogyakarta palsu dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dugaan tersebut.

Ketua Komunitas Anak Rantau Asal Humbahas Rianto Sihombing dalam keterangannya, Minggu (4/8/2016) malam mengatakan wakil bupati Humbahas diduga memalsukan ijazah lantaran adanya banyak saksi yang mengetahui keberadaan Saut pada periode 1966-1968. Menurut Rianto, surat lulus atau ijazah yang dipermasalahkan dikeluarkan pihak sekolah pada rentang waktu tersebut.

"Kecurigaan yang menjadi prinsip kami mengindikasikan ijazah itu bertendensi kuat palsu yakni keterangan beberapa orang saksi mengetahui sosok SPS antara tahun 1966 sampai 1968. Ketika itu SPS berada minimal di Humbahas dan maksimal disekitar kota Medan, bukan di Yogyakarta," ungkapnya.

Rianto menambahkan, ada pula perbedaan nama dan tempat kelahiran pada ijazah SD dan SMP dengan ijazah SMA yang dipegang oleh wakil bupati Humbahas tersebut. "Kami meminta Polda DIY mengusut paling tidak meminta keterangan Dinas Pendidikan dan pihak sekolah yang mengeluarkan ijazah, kami tidak ingin pemimpin daerah kami melakukan segala cara untuk bisa berkuasa termasuk memalsukan ijazah," imbuhnya.

Ketua Komunitas Anak Rantau Asal Humbahas sendiri telah memasukkan laporan dugaan pemalsuan ke Polda DIY. "Kami berharap ada tindakan dari kepolisian paling tidak untuk mengusut hal ini," pungkasnya.

Sebelumnya dugaan pemalsuan ijazah juga sempat menimpa mantan Gubernur Sumatera Utara Rudolf Pardede yang juga dinilai berijazah palsu dari sekolah wilayah DIY. Tentu saja hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan DIY yang selama ini dikenal memiliki indeks integritas nomor satu di Indonesia. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI