Indonesia Butuh Patriot Cyber Army

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Komisi I DPR RI menggelar diskusi publik menghadapi tantangan industri 4.0 di Merapi Merbabu Hotel Jumat (01/03/2019). Dalam dialog yang dihadiri lebih dari 200 peserta tersebut, dibahas berbagai hal menarik diantaranya kebutuhan cyber army patriotis Indonesia untuk mencegah ancaman perang dunia maya yang jadi ancaman.

Anggota Komisi I DPR RI Sukamta mengungkap  negara memiliki kewajiban untuk melindungi warga negara tak hanya di dunia nyata namun juga saat berselancar di dunia maya. Menurut dia, saat ini ancaman atau perang bukan hanya secara riil namun juga melalui cyber.

“Kedaulatan cyber kita juga harus dilindungi, karena sekarang ancaman perang cyber itu nyata. Kita harus membuat cyber army untuk melindungi negara, harus ada akademi angkatan cyber bukan hanya udara, laut atau darat saja. Ini penting cyber army itu harus punya patriotsme kuat,” ungkapnya.

Di sisi lain, legislator dapil DIY tersebut mengharapkan agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Data Pribadi yang saat ini masih berada di eksekutif (pemerintah) segera diselesaikan untuk nantinya dibahas bersama DPR dan disahkan. “Kalau negara tak melindungi data pribadi masyarakat maka bahaya. Google misalnya dengan leluasa ambil data Indonesia hingga gang-gang kecil kita mereka dapat, jangan sampai negara tak dapat apa-apa,” sambungnya.

Sementara Gun Gun Siswandi Staf Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi yang juga menjadi narasumber menyampaikan saat ini pemerintah fokus menyelesaikan infrastruktur palapa ring yang tinggal menyisakan 10 persen di wilayah Indonesia timur. Kedepan, pemerintah fokus pada pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) agar siap bersaing di dunia industri 4.0.

“Palapa ring target selesai tahun 2019 ini dan kedepan kita fokus ke konten dan pembangunan SDM. Pemerintah dalam hal ini serius setelah menghubungkan seluruh daerah di Indonesia dengan infrastruktur kuat maka selanjutnya memaksimalkan potensi SDM,” tandasnya.

Kedepan ditargetkan seiring semakin cerdasnya warga negara berselancar di jejaring online, berita hoax yang selama ini menjadi pengganggu bisa hilang dengan sendirinya. Di samping itu, pemaksimalan online sebagai ladang produktif juga harus terus dimaksimalkan agar masyarakat Indonesia tak hanya menjadi konsumen dan penonton saja. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI