Indonesia ‘Darurat’ Kekerasan Terhadap Anak

SLEMAN (KRjogja.com) – Sekarang ini banyak komunitas yang bermunculan dengan anggota generasi muda. Sayangnya, tidak semua komunitas tersebut membawa pengarung positif kepada anak. Melainkan banyak yang memberikan dampak negatif.

Untuk itu, setiap orangtua setiap harinya meluangkan waktu selama 20 menit untuk berkomunikasi dengan anak. Di waktu tersebut, dapat dimanfaatkan untuk bertukar pendapat antar orangtua dengan anak. Termasuk si anak dapat bercerita hal apa yang tengah mereka alami di hari tersebut.

“Waktu 20 menit itu memang tidak lama. Jika dimanfaatkan dengan baik, akan ada banyak hal yang dapat dikomunikasikan disana. Tujuannya apa, jika anak memiliki masalah. Larinya ke orangtua. Bukan ke tempat lain,” kata Sekretaris Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Indonesia Wahyu Hartomo saat deklarasi akhiri kekerasan pada anak di Gedung Serbaguna Sleman, Kamis (15/9/2016).

Pasalnya, kasus kekerasan terhadap anak saat ini cenderung meningkat. Bahkan, Indonesia sudah masuk dalam kategori darurat kekerasan anak. Untuk pencegahan sendiri, tidak hanya bisa mengandalkan pemerintah. Melainkan harus ada kerjasama. Mulai dari keluarga, sekolah hingga pemerintah daerah.

Anak menurut Wahyu merupakan investasi masa depan. Untuk itu harus dipenuhi beberapa haknya. Seperti pendidikan, kesehatan hingga hak bersuara. Termasuk dari pengaruh gadget. Hal dari gadget yang harus dihindari, yakni pornografi. Pasalnya, jika anak sudah keracunan gadget akan susah dihentikan. (Awh)

BERITA REKOMENDASI