Ini Besarnya UMK di Sleman, Sudahkah Cukup?

SLEMAN (KRjogja.com) – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah secara resmi mengumumkan besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) di lima kabupaten/kota. Khusus Kabupaten Sleman, UMK ditetapkan Rp 1.448.385 atau naik 8,25 persen dibanding 2015.

Biasanya, setelah adanya perubahan UMK ada sejumlah perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK karena tidak sanggup membayar. Setidaknya itu yang diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Untoro Budiharjo, Rabu (9/11/2016).

Menurutnya, perusahaan atau pengusaha yang merasa keberatan dengan besaran UMK dapat mengajukannya ke propinsi langsung. Karena UMK diputuskannya berdasarkan Surat Keterangan (SK) Gubernur. Nantinya keberatan akan masuk ke Dinas Tenaga Kerja Propinsi dengan tembusan ke Disnakersos kabupaten/kota.

“Sampai sekarang kami belum menerima ada yang keberatan. Untuk prediksi kemungkinan tetap ada. Karena tidak semua pengusaha memiliki kemampuan dari segi finansial. Ada juga yang masih dalam masa pertumbuhan,” ujarnya.

Tahun lalu, ada sejumlah perusahaan yang mengajukan penangguhan pembayaran UMK. Dan tidak semuanya disetujui, karena tetap ada beberapa persyaratan. Kenapa mereka mengajukan keberatan.

Lebih lanjut Untoro menuturkan, standar UMK Kabupaten Sleman untuk tahun 2015 sebesar Rp. 1.347.180. Pada UMK 2017 meningkat sebesar 8,25 persen atau setara dengan Rp. 110.385. Dari lima kabupaten/kota di DIY, UMK Sleman menduduki peringkat kedua. UMK tertinggi ada di Kota Yogyakarta sebesar Rp. 1.572.200.

Besaran UMK tersebut disambut baik oleh Disnakersos. Karena dinilai mampu menjembatani kepentingan antara pengusaha dan buruh pekerja. Meski demikian, Untoro mengakui jika angka UMK ini belum ideal. Terutama dibandingkan dengan tingginya angka kebutuhan masyarakat saat ini. Namun setidaknya hal ini mampu mengurangi beban keseharian buruh di Sleman. (Awh)

 

UMK

BERITA REKOMENDASI