Ini Buku yang Bikin Yusuf Mansur Marah dan Ancam Lapor Polisi

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Ustad Yusuf Mansur diketahui menunggah video 45 menit di akun instagramnya sekitar tiga hari lalu. Isinya, ustad yang dikenal dengan lini bisnis besar ini marah dan akan melapor pada kepolisian atas adanya buku yang dinilai tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya dan dinilai mencemarkan nama baiknya.

“Dari 2014 saya selalu mengalah, dengan izin Allah sekarang sudah 2020 masih juga sekarang menyerang saya dari berbagai sisi. Orang-orang mengatakan yang saya pembohong, penipu dan sebagainya. Membuatkan saya buku tentang saya dengan berbagai judulnya. Bismillahirrohmanirrohim setelah mengadu pada Allah, Bismillah saya Insyaallah akan melaporkan balik seluruh orang-orang yang sudah berbuat seperti itu kepada kepolisian. Saya mendengar track record, ada yang melaporkan saya ke pengadilan negeri untuk sesuatu yang tidak pernah saya lakukan,” ungkap Yusuf Mansur dalam video instagram tv akun yusufmansurnew.

Tiga hari berselang, Sabtu (07/03/2020) seorang penulis bernama HM Joesoef muncul ke publik memperkenalkan diri sebagai sahabat lama Yusuf Mansur. Ia mengaku sudah mengenal baik sang ustad sejak 20 tahun terakhir.

Joesoef menulis buku berjudul ‘Yusuf Mansur Obong’ yang didalamnya memuat kumpulan cerita orang-orang yang mengaku menjadi korban investasi sang ustad. Joesoef mengungkap buku tersebut ditulis sejak enam bulan terakhir dengan narasumber yang menurut dia bercerita sendiri tentang pengalaman yang dialami terkait Yusuf Mansur.

“Buku ini ditulis adalah proses enam bulan terakhir tentang apa saja yang telah terjadi pada yang bersangkutan (Yusuf Mansur) ini. Yang bersangkutan ini melakukan tindakan melawan hukum. Bisa menipu, berbohong, one prestasi yang semuanya itu perbuatan melawan hukum. Saya berteman dengan dia 20 tahunan, dan 2010-2014 sudah ada masalah. Ini satu persatu kita kupas. Sejak 2017-2019 saya selalu ingatkan dia tapi ternyata jawaban dia selalu selengekan saja, tidak ada niat memperbaiki diri,” ungkap Joesoef di kawasan Sleman.

Buku Yusuf Mansur Obong menurut Joesoef ditulisnya dari orang-orang yang membagikan pengalaman pada dia. “Isi buku ini dari yang saya lihat, dengar dari teman-teman yang jadi korban. Setelah buku ini keluar banyak sekali yang kemudian mau datang bercerita karena ternyata banyak yang tak berani speak up, memilih diam saja,” jelasnya.

BERITA TERKAIT