Ini Cerita Warsito, Makan Kembang Tiga Hari di Gunung Merapi

SLEMAN, KRJOGJA.com – Senin (26/2/2018), Warsito (33) warga Tridadi Sleman yang hilang tiga empat hari di Merapi masih menjalani perawatan di RS Panti Nugroho. Kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik meski kadang sulit diajak berkomunikasi.

Selang infus masih terpasang di lengan tangan kirinya dan badannya masih banyak tiduran di bed rumah sakit. Namun, kadang Warsito turun dari bed untuk sekedar bermain dengan anaknya yang sejak beberapa hari terakhir merindukan sosok sang ayah.

Begini Pengakuan Warsito Kepada Tim SAR

Dwi Indri Astuti (34), istrinya dengan setia menemani dan memberikannya makan. “Sudah bagus makannya, hari ini sudah makan terus dan komunikasinya sudah seperti biasanya,” ungkap Dwi kepada wartawan yang mengunjungi rumah sakit.

Dwi menceritakan, suaminya makan bunga-bungaan yang ditemui di Merapi saat tersesat empat hari tanpa logistik. “Kemarin di sana (Merapi) makan kembang-kembangan yang ditemui di jalan saja selama empat hari. Minumnya juga air hujan saja,” ungkapnya lagi.

Sementara Warsito mengungkap bahwa ia sempat naik hingga dua kali ke kawah Merapi karena merasa hangat saat berada di tempat tersebut. Kabut tebal menjadi alasan pria tersebut gagal turun dan terpaksa bertahan hidup tanpa bekal di gunung.

“Dua kali naik turun (Merapi). Saya ya kesel tapi bingung juga. Anget di situ (kawah) akhirnya tidur di situ, di bawah tebing,” ungkapnya singkat.

Keluarga Gelar Mujahadah, Warsito Kembali

Minggu (25/2/2018) keluarga Warsito dengan setia menunggu kepulangan pria tersebut dari wilayah Gunung Merapi. Sejak pagi tim SAR gabungan mulai bekerja di sisi lain keluarga menggelar mujahadah di masjid yang berada di bawah posko terpadu SAR Umbulharjo Cangkringan.

Keluarga Warsito dari Jawa Barat pun datang dan ikut dalam doa bersama memohon agar Warsito kembali dalam keadaan sehat bersama keluarga. Seolah dijawab, kondisi cuaca Merapi sepanjang pagi hingga siang hari cerah yang membuat tim akhirnya bisa bekerja, sementara Warsito yang ternyata berada di gunung mampu mencari jalan dan turun hingga Pos 2 hingga akhirnya ditemukan tim SAR.

“Kami, keluarga berdoa mujahadah di masjid dekat posko itu dengan harapan suami saya bisa kembali dengan sehat. Saya feeling kok langitnya cerah, menurut saya jadi pertanda baik, dan alhamdulillah benar,” ungkap Dwi Indri Astuti.

Jangan Aneh-aneh di Gunung Merapi, Ini Pesan Sang Juru Kunci

Kini setelah dipastikan sang suami kembali, Dwi tak lagi punya keinginan untuk mengunjungi kawasan Kaliadem untuk sekedar berwisata. Ingatannya masih tajam manakala sang suami tiba-tiba menghilang saat berjalan ke utara bunker Kaliadem.

“Sepertinya kami tidak akan ke sana lagi, masih bagaimana gitu. Mungkin setelah ini kami akan lebih memperbaiki ibadah lagi,” ungkapnya lagi. (Fxh)

 

BERITA REKOMENDASI