Sri Muslimatun Beri Tanda Kasih untuk Mas Dar dan Mbah Wiro

KEPAHLAWANAN Darwanto, pria 37 tahun warga Kembangarum Wetan Kali, Donokerto, Turi, Sleman dalam menyelamatkan siswa SMPN 1 Turi dari amukan arus deras di Sungai Sempor, menjadi viral.Kisah sosok yang akrab disapa Mas Kodir ini menginspirasi banyak orang untuk sigap dan tulus dalam memberikan pertolongan.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun pun mendengar kisah Darwanto ini. Dia juga mendengar sosok penolong lainnya, seperti Sudiro yang usianya sudah 71 tahun.Sebagai Ibune Wong Sleman, Sri Muslimatun pun merasa terpukul kehilangan anak-anak yang tengah semangat menempuh bangku sekolah itu.

Dia pun datang melayat dan melepas jenazah korban meninggal dalam musibah susur sungai itu. Dia juga terus menyemangati keluarga korban.
Sebagai Ibune Wong Sleman, kemarin dia menyempatkan mendatangi rumah Darwanto, sekaligus menemui Mbah Diro yang turut dalam penyelamatan anak-anak dalam peristiwa nahas itu.

Dalam kunjungan tersebut, Sri Muslimatun berbincang dengan keluarga Darwanto. Sri Muslimatun mengucapkan terima kasih kepada Kodir karena telah menjadi malaikat penyelamat.

“Ceritanya pada saat murid itu terkena musibah, Mas Darwanto ini mau mancing dan mendengar teriakan anak-anak minta tolong. Mendengar itu Mas Dar langsung ke sungai dan melihat anak-anak diterjang arus banjir. Secara naluriah langsung menolong, karena anak-anak takut,” kata Sri Mulsimatun di rumah Darwanto.

Selain Darwanto, hadir pula sosok lain yang turut membantu, yaitu Sudiro (71). Meski tak muda lagi, Mbah Diro ikut melakukan upaya penyelamatan dengan membawa tangga dan terjun ke sungai.

“Banyak sekali yang berhasil diselamatkan Mas Dar dan Mbah Diro ini,” sambungnya.
Sri Muslimatun mengungkapkan, sikap yang ditunjukkan oleh Darwanto dan Sudiro merupakan budaya warga Sleman.
Dimana sikap tersebut harus dipupuk, karena budaya yang adiluhung. Ia pun berharap Darwanto dan Sudiro bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang lain.

“Tanpa berpikir panjang, langsung menolong, tidak peduli ini warga mana. Ini menunjukkan kalau orang Sleman itu guyub-rukun, saling mengasihi, saling menghormati. Tentu kami berharap sikap Mas Dar dan Mbah Diro menjadi contoh untuk warga Sleman yang lain,” ungkapnya.
Sebagi ucapan terima kasih dan apresiasi, Sri Muslimatun memberikan tali asih kepada Darwanto dan Sudiro.

“Ini apresiasi ucapan terima kasih saya kepada Mas Dar dan Mbah Diro. Karena sudah bertaruh nyawa demi menyelamatkan anak-anak. Mereka juga bisa terbawa arus, tetapi mereka tidak peduli itu dan tetap menolong tanpa pamrih,”ujarnya.

“Jangan dilihat seberapa besar nilainya. Tetapi ini adalah ucapan terima kasih saya dan tanda cinta saya untuk anak-anak kita,” tambahnya.
Darwanto dan Mbah Diro mengucapkan terimakasih atas tali asih yang diberikan. Mereka membantu dengan ikhlas dan tidak berharap menerima imbalan.

“Saya ikhlas, langsung menolong, tidak berharap apa-apa. Saya cuma lantaran dari Tuhan,” ucap Darwanto. (*)

BERITA TERKAIT