Inkonsisten, Tim Pilkada PAN Sleman Tolak SK DPP

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim Pilkada DPD PAN Sleman secara tegas menolak Surat Keputusan (SK) dari DPP PAN terkait persetujuan Pasangan Calon (Paslon) Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa. Alasan penolakan itu karena DPP dinilai inkonsisten terhadap AD/ART PAN.

Ketua Tim Pilkada DPD PAN Sleman Sekarmaji didampingi Sekretaris Subagyo Harjuni menjelaskan, sesuai dengan AD/ART PAN, penjaringan calon bupati dan wakil bupati mulai dari bawah. Dalam penjaringan itu, DPD PAN Sleman muncul dua nama yakni Mumtaz Rais dan Sadar Narima.
“Hasil penjaringan itu kami kirim ke DPP melalui DPW. Tapi dalam perjalanan waktu, Mumtaz mundur dari pencalonan karena akan fokus di DPP,” jelas kepada wartawan, Kamis (6/8).

Namun ternyata, SK dari DPP yang muncul nama Kustini-Danang Maharsa. Dengan adanya SK itu, Tim Pilkada Sleman menilai DPP inkonsisten terhadap aturan yang ada. Untuk itu, Tim Pilkada DPD PAN Sleman menolak SK dari DPP. “Yang jelas kami menolak SK dari DPP karena tidak sesua AD/ART partai. Kenapa nama yang muncul dalam SK itu bukan hasil penjaringan dari bawah. Tapi nama itu muncul langsung dari atas,” ujarnya.

Disinggung tentang sanksi jika menolak SK DPP, Sekarmaji secara tegas Tim Pilkada DPD PAN merasa tidak menyalahi aturan. Namun jika hal itu memang dianggap melanggar, pihaknya tidak masalah. “Kami hanya jalankan fungsi partai dan tegak lurus terhadap aturan. Tapi kalau itu dianggap keliru, ya monggo,” pungkasnya. (Sni)

BERITA REKOMENDASI