Instiper Ubah Air Laut Jadi Tawar di Pantai Klayar

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Warga Desa Sendang, Donorojo, Pacitan Jawa Timur kerap kali menjadi korban kekeringan karena hidup di kondisi tanah yang berkapur. Padahal di kawasan tersebut potensi pariwisatanya luar biasa dengan ikon Pantai Klayar yang terkenal luas.

Kondisi tersebut menggugah Institut Pertanian STIPER (Instiper) Yogyakarta bergerak membantu masyarakat sekitar pantai Klayar dalam mengatasi kondisi kesulitan air. Tim Instiper yang terdiri dari Dr.Ir. Andreas Wahyu Krisdiarto, M.Eng, Amallia Ferhat SP., M.Sc. dan Ir. Gani Supriyanto, MP bergerak membuat Teknologi Desalinasi Air Laut Sederhana yang kini sudah terpasang di Donorojo.

Andreas mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian Instiper pada masyarakat. Tim menurut dia bekerjasama dengan juga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk mengatasi kesulitan air bersih dan sekaligus pengembangan fasilitas pendukung wisata Pantai Klayar.

“Pada proses penyediaan air bersih, Instiper berupaya memanfaatkan sumber daya yang ada dalam hal ini air laut untuk kemudian diubah menjadi air tawar melaui proses desalinasi yang menggunakan prinsip destilasi. Proses desalinasi yaitu proses penghilangan garam dalam air laut, sementara destilasi yang digunakan yaitu proses pemisahaan garam dengan air berdasarkan titik didihnya,” ungkapnya, Jumat (27/11/2020).

Tim Instiper lantas membuat bentuk sederhana dari alat desalanisi yaitu Piramida Desalinasi yang dapat mengumpulkan dan mengisolasi energi matahari. Panas yang berpindah ke air laut akan meningkatkan suhu air, sehingga air laut akan menguap sementara garam akan mengendap di dasar alat.

“Uap air nantinya akan tertahan pada sisi piramida kaca dan kemudian mengembun lalu akan mengalir melalui saluran yang terdapat di dalam piramida. Hasil uap air yang mengalir melalui sisi kaca akan tertampung pada wadah-wadah yang di sediakan masyarakat. Sederhana namun harapannya bisa membawa manfaat untuk masyarakat,” ungkapnya lagi.

Alat tersebut kini sudah terpasang di kawasan Pantai Klayar dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Instiper berharap, pembuatan alat bisa dipelajari masyarakat sehingga kedepan tidak ada lagi masalah kesulitan air bersih. “Kalau air bersih semakin mudah, harapan kami kualitas hidup masyarakat semakin baik termasuk mendongkrak lagi pariwisata karena wisatawan lebih nyaman,” pungkas Andreas. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI