Isu Ditinggal Simpatisan, Danang Maharsa Masih Pede Raup 50 Persen Suara

SLEMAN, KRJOGJA.com – Isu kekecewaan simpatisan PDI Perjuangan atas pemilihan calon kepala daerah di tiga kabupaten DIY masih terus bergulir. Di akar rumput, muncul kekecewaan karena rekomendasi partai jatuh pada sosok calon pemimpin di luar struktur kader partai.

Di Sleman, Kustini Sri Purnomo menjadi calon bupati yang diusung PDI Perjuangan padahal dikenal kental dengan PAN yang selama ini menjadi partai naungan Sri Purnomo, suaminya. Kustini berpasangan dengan Danang Maharsa, kader PDI Perjuangan yang menjadi calon wakil bupati (cawabup). Danang sudah mengundurkan diri sebagai Anggota DPRD Sleman dan fokus dalam pencalonan.

Danang sendiri mengakui adanya isu simpatisan partai yang kecewa dan akhirnya berseberangan. Meski menyayangkan, namun menurut Danang hal tersebut sangat biasa terjadi dan sudah ada mekanismenya di tubuh partai.

“Tentu sangat disayangkan, karena sebenarnya di pilkada Sleman ini yang punya gawe adalah partai, sehingga apapun keputusan partai ini harus ditaati dan dijalankan. Namun, terkait sanksi dan sebagainya akan kita serahkan pada partai,” ungkap Danang pada wartawan di sela meninjau kesiapan destinasi wisata di Sleman, Minggu (25/10/2020).

Isu tersebut menurut Danang membuat dirinya justru terlecut untuk bekerja lebih keras berbuat terbaik di momentum pilkada Sleman. Ia menilai hingga kini tim pemenangan masih sangat solid dan satu visi memenangkan Kustini-Danang di Pilkada 9 Desember mendatang.

“Kami yakin di tubuh partai semua solid untuk meraih kemenangan. Kita tidak pernah khawatir atau takut termasuk pada kader yang membelot, karena dari survei elektabilitas PDIP masih sangat tinggi. Kami target dengan tiga calon ini, kalau bisa 50 persen suara,” tegas Danang. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI