Jadi Lokasi Syuting KKN Di Desa Penari, Ini Arti Kata ‘Plunyon’ Kali Kuning

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Film KKN Di Desa Penari betul-betul menyita perhatian publik dan dinobatkan sebagai film horor Indonesia terlaris sepanjang masa. Film karya sutradara Awi Suryadi yang diambil dari kisah yang sebelumnya viral di Twitter ini ternyata sudah diproduksi sejak 2019-2020 silam, sebelum pandemi Covid menerjang.

Kawasan objek wisata Plunyon, Kali Kuning Cangkringan Sleman menjadi salah satu lokasi syuting film yang sampai saat ini sudah ditonton lebih dari 6,2 juta orang tersebut. Proses syuting di Plunyon yang dikenal dengan jembatan ikoniknya itu ternyata sudah dilakukan pada bulan Desember 2019 silam.

Sargiman, salah satu perwakilan kelompok Kali Kuning Park menceritakan bahwa dahulu proses syuting berjalan selama tiga hari. Saat itu, menurut Sargiman, syuting sempat dibatalkan karena menanti landscape Gunung Merapi tampak.

“Dulu warga antusias saat melihat syuting (KKN Di Desa Penari) itu. Kebetulan tiga hari prosesnya karena harus diulangi menunggu gunungnya terlihat,” ungkapnya pada wartawan, Rabu (18/5/2022).

Sargiman menceritakan, Plunyon dikenal luas dengan jembatan ikoniknya yang dibangun pada 1982 silam. Ada dua jembatan yang berfungsi sebagai irigasi, dengan panjang sekitar 700 meter.

“Jembatan yang barat direnovasi lagi karena terkena dampak letusan Merapi 2010, untuk yang timur tidak kena. Sebenarnya dua-duanya dibangun tahun yang sama sekitar 1982-1983 silam. Jadi ini bukan peninggalan Belanda,” sambungnya meluruskan.

BERITA REKOMENDASI