Jadi Perekat Persatuan dan Kesatuan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Peserta Kirab Pemuda 2018 yang terdiri 50 pemuda perwakilan provinsi se-Indonesia singgah di DIY. Saat tiba di perbatasan Jawa Tengah dan DIY tepatnya di Jembatan Krasak Tempel Sleman, Selasa (23/10/2018), 50 pemuda tersebut dijemput Tim Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. 

Selanjutnya, pemuda dan pemudi itu diantar ke homestay di Desa Wisata Pancoh Turi Sleman dan pada Rabu (24/10) mengikuti rangkaian acara Kirab Pemuda 2018 yang dimulai dari Makam dr Wahidin Soediro Hoesodo di Mlati menuju Youth Center Sleman.

Sebelum kirab, dilaksanakan Deklarasi Pemuda Indonesia, disaksikan Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Drs Junaedi MSi. Junaedi menjelaskan, Kirab Pemuda 2018 diikuti 100 pemuda se-Indonesia. "Karena cukup banyak, kami bagi jadi dua zona. Zona 1 berangkat dari Sabang sebanyak 50 pemuda sejak 5 September 2018, sedangkan 50 peserta di Zona 2 berangkat dari Merauke pada 7 September 2018. Target masing-masing zona melakukan perjalanan di 17 provinsi. Sedangkan yang singgah di Yogya ini peserta kirab dari Zona 2," terang Junaedi.

Diharapkan, peserta kirab bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Dari kegiatan ini juga dapat menjadi ajang promosi kreativitas pemuda serta mendorong optimalisasi potensi daerah melalui peran pemuda. "Jadilah agen perubahan dan pelopor bagi daerah kalian masing-masing," pesan Junaedi.

Kepala BPO Disdikpora DIY Ir Edy Wahyudi MPd menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari peringatan 90 tahun Hari Sumpah Pemuda. Nantinya, kegiatan berakhir di Jakarta dengan bertemunya kedua zona.

"Kirab Pemuda ini diikuti barisan paling depan 50 pemuda tersebut, kemudian diikuti 20 Peleton Inti dari DIY. Turut serta pula 10 kelompok Bregada Seni Budaya. Di Youth Center, peserta Kirab Pemuda ikut kegiatan hingga berakhir Jumat (26/10/2018). Selanjutnya mereka meneruskan perjalanan ke provinsi lain," jelas Edy.(Adk)

BERITA REKOMENDASI