Jaga Kerukunan, Belajar Jadi Moderat

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sikap moderat sudah dimiliki para pemuka agama. Menjadi moderat atau toleran perlu rendah hati dari pemuka agama. Itu sudah dimiliki pemuka agama. Menjaga kerukunan semua umat beragama belajar menjadi moderat atau toleran. Caranya berpikir terbuka, siap dengan segala perbedaan, meski soal keyakinan sekalipun.

Demikian diungkapkan Prof Al Makin MA, Rektor UIN Sunan Kalijaga saat membuka Interacting Live-in bagi tokoh-tokoh agama se-wilayah DIY dan Jawa Tengah berlangsung di University Hotel, Sambilegi Kidul, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis-Sabtu (23-25/09/2021). Kegiatan kerja sama Dialogue Centre UIN Sunan Kalijaga, UEM Jerman dan GKJTU Salatiga. Kegiatan tersebut diikuti 50 pemuka agama dari DIY dan Jateng.

Menurut Al Makin, toleran perlu belajar. “Sikap toleran perlu terus belajar agat semua juga memiliki hak hidup dan berkembang dalam beragama,” ujarnya.

Ditambahkan Al Makin, sikap yang harus dilakukan, siapa yang merasa berlebih menyapa yang kurang. Merasa mayoritas menyapa yang minoritas. Sadangkan Dr H Zainudin MAg, Ketua Dialogue Centre UIN Sunan Kalijaga mengatakan, kegiatan untuk memperkuat kerukunan dan sikap moderat atau toleran.

Kegiatan tersebut berupa Talkshow: Agama Sumber Perdamaian, Persepsi terhadap orang lain, Sharing Ekskursi, agama Islam, Budha, Kristen, Hindu, Katholik, Khonghucu, Kepercayaan. Selaian itu, merayakan perbedaan, inventarisasi konflik setempat, pemetaan konflik dan penutupan bertajuk ‘Kubawa Damai Bagimu Yogyakarta dan Jateng’. (Jay)

 

 

BERITA REKOMENDASI