Jangan Lengah, Leptospirosis Juga Menghantui Warga

SLEMAN, KRJOGJA.com – Selain Demam Berdarah (DB), penyakit menular lainnya seperti leptospirosis perlu diwaspadai. Hingga saat ini ada empat pasien yang meninggal karena leptospirosis. Sedangkan jumlah kasus leptospirosis sejak Januari hingga Maret 2020 sebanyak 37 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengatakan, sebaran kasus leptospirosis ada di wilayah yang banyak area persawahannya, seperti di Minggir, Prambanan dan Moyudan. Empat pasien yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Misalnya pasien sudah sakit jantung atau ginjal. Selain itu kematian pasien leptospirosis juga disebabkan tata laksana penanganannya yang kurang sesuai standar.

“Beberapa ciri khas penyakit leptospirosis seperti demam yang tidak terlalu tinggi, ada gejala sakit kuning di mata atau buang air kecil agak merah seperti teh. Dan yang lebih spesifik lagi yakni gejala betisnya nyeri,” ungkap Joko saat dikonfirmasi, Minggu (22/3/2020) malam.

Pihak Dinkes juga sudah mengondisikan Puskemas dan dokter praktik rumah sakit swasta agar mewaspadai pasien dengan gejala seperti itu. Pasien harus segera diobati, jangan diabaikan. “Seluruh Puskesmas juga sudah punya alat lepto test untuk melakukan screening,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI