Jawab Tantangan Indonesia Emas 2045, Guru Besar Berkumpul di UGM

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tak kurang 200-an guru besar se-Indonesia yang tergabung Forum Dewan Guru Besar bakal berkumpul di UGM Sabtu (1/9/2018) mendatang. Para guru besar akan membahas tantangan menuju Indonesia Emas dalam Era Digital yang akan dicapai tahun 2045 mendatang.

Prof Koentjoro Ketua Dewan Guru Besar UGM mengatakan paling tidak ada 62 universitas di Indonesia yang akan mengirimkan guru besar dalam forum tersebut. “Sampai hari ini dari Universitas Syahkuala hingga wilayah timur di Maluku sudah konfirmasi hadir, kemungkinan ada 62 universitas yang masing-masing mengirimkan 1-3 guru besar,” ungkapnya dalam bincang wartawan Selasa (28/8/2018).

Terkait tema yang diusung terkait Indonesia Emas 2045 dan era digital, Prof Koentjoro mengungkap bahwa hal tersebut harus benar-benar disiapkan mulai dari sekarang. Guru besar ingin menjadi guidence memastikan tujuan meraih Indonesia yang berkemandirian, berdaya, berdaulat dan berkuasa benar-benar terlaksana.

“Guru Besar ingin menata mulai sekarang, bersama melalui pemikiran. Kami ingin berikan konsep yang tepat untuk masyarakat yang nantinya diharapkan diimplementasikan agar Indonesia Emas 2045 seiring dengan jati diri bangsa. Kami tidak lagi bicara saat ini tapi mempersiapkan 27 tahun kedepan,” sambungnya.

Prof Gunawan Soemodiningrat, Sekretaris Dewan Guru Besar UGM menambahkan tantangan besar akan dihadapi bangsa Indonesia dalam menyambut masa Indonesia Emas 2045. Apabila tak dipersiapkan dari saat ini, bukan energi positif bonus demografi yang akan didapatkan namun kesenjangan semakin besar yang terjadi.

“Kita menyebut sekarang ada kesenjangan konvensional yakni kemiskinan dan pengikutnya, pun juga mulai kita saksikan kesenjangan digital di mana ada masyarakat yang begitu melek teknologi dan paham cara memanfaatkannya tapi ada yang tidak paham sama sekali. Ini harus kita urai mulai sekarang dan guru besar ingin menyumbangkan pemikiran untuk hal tersebut, mengembalikan Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” ungkapnya.

Dalam forum yang dikemas sebagai Rapat Kerja Nasional tersebut, para guru besar akan memastikan ketidakberpihakan arah politik praktis yang mungkin dilakukan menjelang pemilu 2019. Guru besar diharapkan mampu menjadi guidance atau pembimbing dalam mencerahkan masyarakat dan bukan malah terjun ikut dalam politik praktis. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI