Jelang Musim Tanam Petani Adakan Gropyokan Tikus

Editor: Ivan Aditya

KELOMPOK TANI Dagen yang menggarap lahan persawahan bulak Watu, Sumberrahayu, Moyudan, Sleman menjelang musim tanam pertama tahun ini mengadakan gropyokan atau pengendalian hama tikus, Minggu (15/11/2020) yang dihadiri Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumberrahayu M Sumardi dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Pendamping Kecamatan Moyudan Ir. M Farid KH.

Kelompok tani Dagen berdiri September 2018, dengan Ketua Junarno, Sekretaris Nugrahaningwidi dan Bendahara Dalhari, jumlah anggota 40 orang dengan lahan garapan hamparan bulak Watu seluas 7 hektar. Menurut Ketua Gapoktan Sumberrahayu M Sumardi, sebelum ada kelompok hamparan bulak Watu sering kali mengalami gagal panen akibat serangan hama tikus.

Atas kesepakatan bersama dibentuklah tani hamparan bulak Watu, dimana setiap menjelang musim tanam selalu mengadakan gerakan massal gropyokan tikus. “Berkat kerja keras anggota maka sejak berdirinya kelompok hamparan bulak Watu, bisa panen setahun dua kali,” ujar Ketua Gapoktan M Sumardi di sela kegiatan gropyokan tikus.

Rata-rata hasil panen 8 ton per hektar, dengan tanaman padi varitas umur pendek. Meski sampai saat ini petani masih melakukan pola tanam, padi-padi-padi, diharapkan nantinya akan berubah menjadi padi-padi-palawija.

Hal ini karena sistem pengairan melalui irigasi tehnis tersier, dimana nantinya mulai tahun 2021 menurut Balai Besar Pengairan Provinsi DIY saluran irigasi Vanderwijk tiap bulan Oktober akan dimatikan satu bulan penuh untuk pemeliharaan jaringan. Untuk musim tanam pertama tahun ini diharapkan tanggal 20 Desember 2020 petani bisa tanam semua, atau sebelum menginjak mangsa ka pitu.

Sementara itu PPL Pendanping Ir. M Farid KH, sangat mengapresiasi kegiatan gropyokan tikus yang dilakukan kelompok tani Dagen. Dengan pemupukan berimbang 5-3-2, kemudian 5 kwintal organik, 3 kwintal ponska dan 2 kwintal urea per hektar nantinya petani bisa panen maksimal.

“Untuk panen kemarin rata-rata 8 ton per hektar, meski masih pola padi-padi-padi karena air irigasi mencukupi. Nantinya kalau jadwal irigasi teknis saluran Vanderwijk dimatikan satu bulan karena perbaikan jaringan, mau tidak mau harus mengetrapkan pola padi-padi-palawija,” ujar M Farid KH.

Hamparan bulak Watu kecuali sering mendapat serangan hama tikus, juga sundep dan walangsangit, namun bisa ditanggulangi dengan obat pembasmi hama. Kendala yang dihadapi hingga sekarang belum bisa mengetrapkan tanam bersama atau serempak dengan benih varitas sama, juga dengan dengan kelompok hamparan yang lain.

Kalau bisa dilakukan, akan memudahkan pembasmian hama tikus, pemupukan serta pemeliharaan bersama. “Meski pandemi Covid-19 petani tetap semangat menggarap lahan pertanian, guna mendukung ketahanan pangan,” tambah Ketua Gapoktan M Sumardi. (Sutopo Sgh)

BERITA REKOMENDASI