Jumlah Kasus DBD di Sleman Mulai Turun

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman sudah mulai menurun jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Total jumlah kasus DBD mulai Januari-Agustus 2020 sebanyak 708 penderita di Kabupaten Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman dr Joko Hastaryo MKes menjelaskan, jumlah penderita DBD di Agustus ini cenderung menurun jika dibandingkan bulan Juni dan Juli kemarin. Faktor cuaca kemarau menjadi penentu menurunnya jumlah kasus DBD di Kabupaten Sleman. “Jumlah penambahan kasus di DBD di Kabupaten Sleman sampai saat ini masih ada. Tapi penambahannya tidak signifikan, justru mengalami penurunan kalau dibandingkan dua bulan sebelumnya,” jelas Joko.

Meski sudah mengalami penurunan, namun jumlah kasus DBD di Kabupaten Sleman tergolong tinggi. Sampai awal bulan Agustus 2020, tercatat ada 708 penderita dengan kematian dua orang. Jumlah itu hampir menyamai jumlah kasus DBD selama tahun 2019 yakni 728 dengan kematian satu orang.

“Angka sampai Agustus saja hampir sama dengan jumlah kasus sepanjang tahun 2019 kemarin. Artinya tahun ini, jumlah penderita DBD di Kabupaten Sleman meningkat jika dibandingkan tahun lalu,” tuturnya.

Adapun jumlah penderita DBD paling banyak di Kecamatan Prambanan sebanyak 111 orang, Gamping 97 orang, Godean 93 orang. Kemudian Kecamatan Mlati 90 orang, Ngaglik 71 orang, Depok 69 orang dan Sleman 57 orang.

“Memang paling banyak di daerah Prambanan. Lainnya di bawah 100 orang tiap kecamatannya,” paparnya.

Menurut Joko, masyarakat tetap perlu mewaspadai terhadap penyakit DBD, meskipun pada musim kemarau seperti sekarang ini. Hal yang perlu diperhatikan adalah tempat-tempat penampungan air yang dapat dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

“Biasanya nyamuk itu berkembang biak di genangan air. Makanya masyarakat harus memperhatikan tempat penampungan air, misalnya ditutup supaya tidak dijadikan tempat berkembang biak nyamuk,” imbau Joko. (Sni)

BERITA REKOMENDASI