Jumlah KDRT di Sleman Turun, Ini Datanya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mencatat jumlah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Sleman hingga pertengahan tahun 2019 mencapai 107 kasus dan hingga akhir tahun diprediksi menurun.

"Selama tahun 2018, kami mencatat ada 301 kasus KDRT. Tahun ini hingga pertengahan tahun tercatat 107 kasus, trennya menurun," kata Mafilindati Nuraini kepada krjogja.com di kantornya, Jalan Rorojonggrang, Beran Tridadi, Sleman, Yogyakarta, Jum'at (02/08/19).

Dia menjelaskan dominasi kasus KDRT adalah kekerasan psikis akibat ekonomi, komunikasi pasangan tidak lancar, kepribadian bertolak belakang sampai kesalahan pola asuh. Kondisi ini mempengaruhi keharmonisan rumah tangga termasuk perselingkuhan yang dimulai dari media sosial. "Saya paling sedih ketika ada kasus kekerasan baik untuk anak maupun perempuan. Apalagi psikisnya yang dilukai. Itu akan meninggalkan trauma," ucapnya.

Dia menambahkan secara umum angka kekerasan kecil atau menurun dibandingkan tahun lalu, namun belum tentu mengindikasikan situasi kondusif. Bahkan, menduga  masyarakat banyak yang tidak melapor karena merasa tidak nyaman. Guna menguranginya, pemkab memberi sosialisasi ke lapangan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat. 

"Jadilah keluarga yang ramah anak, hindari kekerasan, jangan karena kebablasan jadi menikah dini. Mari perkuat pertahanan keluarga, dan tidak mungkin kami bekerja sendiri. Semua stakeholder harus ikut berperan termasuk media massa memberikan bacaan yang menyentuh. Agar ketahanan keluarga terbangun," ucapnya penuh harap. (Ive)

BERITA REKOMENDASI