Kabar Baik! Literasi Digital Guru Meningkat Saat Pandemi

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Literasi digital guru atau kemampuan guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) meningkat selama pandemi. Kondisi pembelajaran jarak jauh (online) telah memaksa para guru untuk belajar TIK dan menerapkannya dalam proses pembelajaran dengan siswa.

“literasi digital guru meningkat pesat. Guru sekolah jadi bisa membuat goggle form, mengelola zoom, google meeting dan lainnya,” terang Pengembang Teknologi Pendidikan Ahli Muda, Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bahasa Kemendikbud Ristek Fajar Sukma Pratama SKom MPd dalam acara Dialog Publik ‘Pertemuan Tatap Muka Terbatas di Sekolah, Sudah Siapkah Sekolah dan Orang Tua ?’ di Kampung Lawasan Heritage Cottage, Caturtunggal Depok Sleman, Jumat (5/11/2021).

Diskusi publik diselenggarakan oleh Direktorat Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik, Kementerian Komunikasi dan Infomatika RI, secara hybrid (luring dan daring).

Menurut Fajar, budaya berinovasi guru-guru dalam proses pembelajaran memanfaatkan TIK perlu terus dilanjutkan, meskipun nantinya pandemi telah berakhir. P4TK Bahasa Kemendikbud Ristek jgua terus berupaya mendukung peningkatan kemampuan guru (khususnya guru bahasa), dengan meluncurkan berbagai program diklat secara daring. Misalnya program tupoksi 7 bahasa dan program seminar akademik inovasi dan kreativitas.

“Program yang kami luncurkan gratis bagi guru dan ada sertfikatnya. Tujuannya agar literasi digital guru terus meningkat,” katanya.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kominfo Drs Wiryanta MA PhD mengatakan, pihaknya terus mengkampanyekan program-program prioritas Pemerintah. Di bidang pendidikan, upaya yang dilakukan yakni menyosialisasikan pentingnya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di sekolah, namun harus diimbangi dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Pemerintah menginginkan kesehatan masyarakat segera pulih, ekonomi bangkit kembali dan siswa bisa bersekolah lagi secara tatap muka. Jadi, meskipun guru dan siswa telah menjalani vaksinasi, mereka harus tetap disiplin prokes, agar kasus covid yang sudah melandai ini tidak naik lagi,” katanya.

Sementara terkait peringatan Hari Pahlawan yang tahun ini masih dalam suasana pandemi, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengajak masyarakat untuk mengambil inspirasi kepahlawanan dengan cara berjuang melawan pandemi dalam bidang apapun juga.

“Meneladani mereka yang berjuang demi bangsa dan negara, kami mengajak masyarakat mengambil inspirasi dari ketangguhan dan semangat para pahlawan untuk diimplementasikan dalam situasi yang tengah dihadapi Indonesia saat ini yakni pandemi COVID-19,” tuturnya.

Ia menyebutkan, dalam situasi ini, masyarakat dapat menjadi pahlawan bagi bangsa dengan disiplin protokol kesehatan dan percepatan vaksinasi, baik bagi diri sendiri maupun memotivasi orang sekitar

melakukannya. Keduanya, seperti disampaikan Presiden dalam berbagai kesempatan, merupakan kunci mengatasi pandemi di tanah air, berdampingan dengan penguatan 3T (testing, tracing, treatment). (Git/Dev)

 

BERITA REKOMENDASI