KAI Bima Perkasa Cari ‘Head Coach’ Baru

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Semenjak ditinggalkan pelatih kepala David Singleton yang hengkang ke klub Prawira Bandung, klub basket profesional satu-satunya asal Yogya, KAI Bima Perkasa hingga saat ini belum mendapatkan ‘headcoach’ yang baru menjelang digulirkannya kompetisi ‘Indonesian Basketball League (IBL) 2022 mendatang, yang direncanakan diputar Januari tahun depan.

“Perihal ‘headcoach’ atau pelatih kepala sejak ditinggal David, memang diakui Manajemen Bima Perkasa belum ada penggantinya. Namun demikian soal pelatih kepala, Manajemen Bima Perkasa baru akan membahasnya setelah tanggal 20 Juli 2021 ini.

“Selain membahas masalah pelatih kepala, pada waktu bersamaan juga akan kita bahas masalah pembentukan tim Bima Perkasa menghadapi kompetisi basket kasta tertinggi di tanah air musim mendatang, tentu saja sembari melihat perkembangan pandemi Covid-19,” ujar dr Edy Wibowo SpM MPH, Owner KAI Bima Perkasa.

Menurut Edy, untuk bayangan dan kriteria pelatih kepala yang akan dimiliki Bima Perkasa Jogja untuk musim kompetisi mendatang, pihak manajemen tim sedang dalam proses ke arah itu. “Manajemen Bima Perkasa sudah berkomunikasi dan sedang dalam proses untuk mendapatkan ‘headcoach’ yang baru. Setelah adanya pelatih kepala yang baru, selanjutnya kita diskusikan target pemain yang akan membela KAI Bima Perkasa Jogja untuk menghadapi kompetisi IBL musim yang akan datang,” sambung Edy.

Diakui Edy setelah berakhirnya kompetisi IBL Pertamax 2021, para pemain Bima Perkasa saat ini tidak lagi berada di mess. “Para pemain Bima Perkasa sudah dipulangkan dan hingga kini mereka berada di rumahnya masing-masing. Mess Bima Perkasa saat ini dalam kondisi kosong,” imbuhnya.

Sejak ditangani David Singleton pada musim kompetisi IBL Pertamax 2021 lalu, prestasi Bima Perkasa Jogja cukup menggembirakan. KAI Bima Perkasa yang diperkuat R Azzaryan Pradhitya dan kawan-kawan berhasil menempati peringkat ketiga klasemen Divisi Merah, dengan raihan 25 poin dari 16 kali bertanding, sembilan kali menang dan tujuh kali kalah, sekaligus menyegel tiket ke babak playoff bersama juara pool Divisi Merah Pelita Jaya Bakrie Jakarta dan peringkat kedua Louvre Dewa United (LDU) Surabaya.

Hanya sayang, dalam perebutan tempat ke semifinal Bima Perkasa terpaksa mengakui ketangguhan LDU Surabaya 1-2 sekaligus gagal melaju ke semifinal menghadapi juara pool Pelita Jaya. Jadi prestasi tertinggi Bima Perkasa sewaktu ditangani David Singleton pada musim kompetisi IBL Pertamax 2021 adalah mampu masuk babak playoff. (Rar)

BERITA REKOMENDASI