Kampus Tak Instruksikan Mahasiswa Ikut #GejayanMemanggil

SLEMAN, KRJOGJA.com – Sejak akhir pekan lalu, tagar #Gejayan Memanggil begitu ramai memenuhi lini masa media sosial. Aksi meminta mahasiswa turun ke jalan dengan latar ketidakpuasan pada pemerintah tersebut ditanggapi beragam. 

Ada dosen yang mengijinkan mahasiswanya tak kuliah jika ikut turun ke jalan. Ada pula kampus yang dengan tegas menyatakan sikap tak terlibat dengan aksi turun ke jalan yang menyebut ingin mengingat kejadian Mei 1998 lalu di lokasi yang sama ini. 

Senin (23/9/2019) pagi, beberapa jam sebelum aksi yang sedianya dimulai pukul 13.00 WIB itu, beberapa kampus menyatakan menarik diri dan tidak terlibat dalam aksi GejayanMemanggil. Alasannya bertitik berat pada ketidakjelasan tujuan serta penanggung jawabnya. 

Tercatat UGM, Atma Jaya Yogyakarta dan Sanata Dharma yang telah tegas menyatakan tak ikut serta dalam aksi turun ke jalan siang nanti. Tak main-main, rektor masing-masing universitas tersebut menandatangani sendiri surat yang dikeluarkan dengan kop resmi kampus. 

UGM melalui Kepala Bagian Humas dan Protokoler Dr Iva Ariani membenarkan perihal surat tertandatangan rektor Ir Panut Mulyono yang beredar hari ini. “Benar terkait surat tersebut, resmi dari UGM,” ungkapnya pada KRjogja.com. 

Isi surat UGM sendiri memuat tiga poin yakni menyatakan tidak terlibat dan tidak mendukung aksi, meminta sivitas akademika UGM melakukan perkuliahan seperti biasa dan mengingatkan partisipan aksi untuk mengatasnamakan diri secara pribadi tidak melibatkan UGM dalam bentuk apapun. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI