Karyawan Informa Bagikan Bantal Guling untuk Oma

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pada hari besar keagamaan, biasanya digunakan orang-orang untuk berkumpul bersama keluarga. Namun beda cerita bagi para lansia yang ada di Panti Wredha Hanna yang berada di MG II/267 Jalan Surokarsan, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogya. Para penghuni Panti Wredha ini jarang dijenguk kerabatnya. Saat ada kunjungan dari orang lain, mereka menyambutnya dengan sangat antusias.

Seperti saat karyawan Informa Yogyakarta berkunjung ke Panti Wredha Hanna, Kamis (12/12). Para penghuni Panti Wredha Hanna yang semuanya merupakan nenek-nenek sangat senang menyambut kehadiran mereka.

Baca juga :

Keberadaan Desa Tangguh Bencana Dioptimalkan
Ketersediaan Kebutuhan Pokok Jelang Nataru Tercukupi

Duty Store Manager Informa Hartono Mall Yogya Rina Ambarwati mengatakan, kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang diadakan Informa Yogyakarta kali ini membagikan 100 paket bantal, guling dan selimut. Serta sembako, popok dewasa dan obat-obatan. Panti Wredha sengaja dipilih karena orang yang berusia lanjut  membutuhkan tidur yang nyaman.

"Kegiatan kali ini gabungan dari tiga toko, Informa Hartono Mall, Sleman City Hall dan Plaza Ambarrukmo. Kami juga melakukan aksi bersih-bersih dan bercengkerama dengan oma-oma yang ada disini. Mereka menyambut kami dengan hangat," ungkap Rina disela-sela kegiatan.

Menurut Rina, kegiatan CSR kali ini dilaksanakan dalam rangkaian HUT ke-15 Informa yang merupakan bagian dari Kawan Lama Group. Kegiatan sosial yang diadakan di tiap kota pun berbeda-beda. Untuk skala nasional, lanjut Rina, Informa mengadakan 'Informa Real Deal' yakni memberikan modal kepada wirausaha yang ada di Indonesia.

"Kalau program nasional, Informa membantu perlengkapan furniture untuk usaha mereka. Peserta mengajukan proposal kemudian diseleksi mana yang dipilih mendapatkan bantuan berupa furniture dari Informa," imbuh Rina.

Pengelola Panti Wredha Hanna, Debora mengatakan, sangat terbantu dengan kegiatan ini. Setiap setahun sekali, ia juga rutin mengganti bantal dan guling yang digunakan penghuni panti. "Biasanya kena ompol atau sudah lecek dan tidak layak pakai ya diganti," terang Debora.

Debora menambahkan, karena yayasan swasta, sebenarnya para kerabat penghuni panti tiap bulan mengirimkan uang makan. Namun ada juga yang berbulan-bulan tidak mengirimkan uang makan dan tidak menjenguk ibunya, sehingga untuk operasional panti juga mengandalkan bantuan dari para dermawan.

“Dulu kami sempat kehabisan beras untuk makan oma-oma. Jadi bantuan seperti ini benar-benar sangat membantu,” tutur Debora. (Aha)

BERITA REKOMENDASI