Kasus Arisan KCA Ancam Seret Tersangka Lain

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Dirreskrimum Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi Satria menegaskankan tak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus arisan online Kim Central Asia (KCA). Pasalnya para member (peserta arisan) yang berada di slot atas juga dinilai memiliki andil atas macetnya arisan beromzet ratusan juta rupiah tersebut. Sejauh ini baru ada satu orang ditetapkan sebagai tersangka yakni NV yang merupakan bandar alias penyelenggara arisan

“Ada kemungkinan tersangka lain. Saat ini satu orang tersangka sebagai bandar,” ungkapnya saat konferensi pers di Mapolda DIY, Rabu (30/06/2021).

Tersangka NW dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dan 372 perihal penggelapan dengan ancaman kurungan penjara selama 4 tahun. Sejauh ini barang bukti yang berhasil disita yakni print out serta rekening koran transaksi pembayaran.

Ia mengungkapkan modus yang dilakukan tersangka yakni mengajak para korban untuk mengikuti arisan online. Setelah itu para member dimasukan ke dalam group WhatsApp dan kemidian ditawari arisan dengan keuntungan puluhan hingga ratusan juta rupiah.

“Kemudian setelah itu bandar memberikan statemen bahwa ia akan bertangungjawab dan uang tidak akan hilang. Korban tentu tertarik, ada yang Rp 1 juta, Rp 10 juta bahkan ada yang sekali setor sampai Rp 20 juta,” jelas Burkan Rudi Satria didampingi Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto.

Setalah korban tertarik dan menyetor uang ke rekening bandar, ternyata dalam perjalananya arisan ini menjadi macet. Beberapa member yang berada di slot atas kemudian tak membayar setoran sehingga member di slot bawah tidak dapat menikmati hasil arisan.

Penetapan tersangka terhadap NW berdasar atas 16 laporan yang dibuat oleh para member korban arisan KCA. NW ditetapkan sebagai tersangka karena perannya sebagai bandar atau penyelenggara arisan.

Burkan Rudi Satria mengungkapkan uang arisan dipergunakan bandar untuk memenuhi gaya hidup. Total kerugian para member sejauh ini yang ditemukan penyidik dalam arisan KCA kurang lebih mencapai Rp 5 miliar.

Korban dari arisan online ini tak hanya di wilayah DIY saja, mereka ada yang tinggal dari Surabaya, Jakarta, Bali sampai NTB. Para korban yang hampir semuanya perempuan ini berlatarbelakang mulai dari kalangan pengusaha muda, karyawan bahkan hingga istri para pejabat. (Van)

BERITA REKOMENDASI