Kasus Pelemparan Suporter PSS, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Jajaran Reserse Kriminal Polres Sleman menetapkan tiga tersangka pelemparan batu yang menimbulkan satu korban meninggal dunia di Jalan Solo km 12 Kalasan Sleman 19 Januari 2019 lalu. Tiga tersangka yang diketahui masih berstatus pelajar menjadi aktor utama dibalik insiden pelemparan yang menewaskan Muhammad Asadulloh Alkhoir (19) warga Jatinom Klaten Jawa Tengah.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan ketiga tersangka diamankan tiga hari pasca kejadian di sekolah masing-masing. RC (18) diketahui merupakan pembonceng yang melempar batu, DN (18) merupakan joki motor sementara SAK (17) warga Tamanmartani Kalasan juga melakukan pelemparan di TKP lain dekat Masjid An Nurumi (Rusia) Kalasan.

“Tim Progo Sakti dan Resmob Polres Sleman melakukan penangkapan pada para tersangka. Kami mencari alat bukti dan saksi ke berbagai lokasi termasuk Klaten. Awalnya kami amankan tujuh namun tiga yang ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Rizky Ferdiansyah di Mapolres Sleman Jumat (25/01/2019).

Dari para tersangka pula diketahui modus mereka dengan sengaja menunggu suporter Persis saat kembali setelah menyaksikan pertandingan melewati Jalan Solo.” Mereka sengaja menunggu, begitu lewat maka dilempar bata yang juga sudah disiapkan di titik kumpul yang disepakati,” sambungnya.

Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto menambahkan pihak kepolisian melakukan analisa media sosial untuk menemukan para tersangka yang diketahui berafiliasi dengan salah satu kelompok suporter tersebut. “Ini awal mulanya ajakan melalui instagram dan pesan grup WhatsApp. Ada ajakan, janjian melalui aplikasi tersebut lalu dilakukan di kawasan Jalan Solo mulai Prambanan hingga Bandara Adisutjipto,” ungkap Yuliyanto.

Sementara Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan saat ini pihaknya masih terus melakukan pengejaran pada terduga pelaku lainnya yang sudah diketahui identitasnya. “Sampai jam 3 pagi tadi kami masih kejar pelaku lainnya. Tersangka masih sangat mungkin bertambah,” tegasnya.

Pada tiga tersangka yang telah ditangkap, polisi menyangkakan pasal Pasal 170 junto 351 ayat 3 KUHP tentang kekerasan dan penganiayaan dengan ancanam hukuman lebih dari lima tahun. Beberapa alat bukti turut pula disita yakni helm, celana yang dikenakan pelaku hingga batu cor yang digunakan untuk melempar. (Fxh)

BERITA TERKAIT