Kasus Ratusan Buruh Keracunan, Polisi Periksa 3 Pangusaha Katering

Editor: KRjogja/Gus

NGAGLIK, KRJOGJA.com – Polisi masih melakukan penyelidikan terkait keracunan massal ratusan karyawan pabrik garmen di Ngaglik, Sleman yang terjadi Kamis (5/12). Tiga orang penyedia katering perusahaan tersebut, telah diperiksa polisi.

Kanit Reskrim Polsek Nggalik Iptu Budi Karyanto kepada wartawan, Jumat (6/12) mengatakan, dari hasil investigasi, memang pabrik menyediakan makan siang. Namun, makan siang itu dibeli melalui rekanan pihak ketiga penyedia makanan. Menurutnya, total ada tiga katering yang memasok makanan di pabrik tersebut, sehingga ketiga pemilik katering tersebut dipanggil untuk diperiksa.

“Dari pihak perusahaan, rumah sakit sudah, dan karyawan sudah dimintai keterangan. Pengsaha katering hari ini (kemarin) kita lakukan pemanggilan,” kata Budi seperti dikutip dari Harianmerapi.com

Menurut Budi, ketiga katering tersebut diketahui telah memiliki izin. Namun untuk memastikan makanan mana yang menjadi penyebab 105 karyawan pabrik garmen keracunan, pihaknya masih menunggu hasil lab.

“Kandungan dalam makanan tersebut bisa diketahui setelah dilakukan uji lab. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes Sleman untuk mengambil sampel makanan untuk diperiksakan ke lab hari ini,” katanya.

Makanan yang diambil sampelnya di antaranya nasi, sayur kangkung, oseng-oseng pepaya, tongkol, bakwan, kerupuk dan semangka. Kendati demikian pihaknya belum bisa memastikan makanan yang menyebabkan keracunan.

Jika dari investigasi ditemukan ada kelalaian pihak katering, mereka terancam pasal 62 ayat 1 Jo pasal 8 ayat 3 Undang-undang nomor 88 tahun 99 tentang perlindungan konsumen. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni, mengatakan hasil lab akan keluar seminggu setelah diuji. Pihaknya belum bisa memastikan makanan mana yang membuat mereka keracunan.

“Masih nunggu hasil lab. Paling cepat seminggu usai diuji, setelah itu kita akan tahu penyebab keracunan itu,” tandasnya. Novita mengaku, kejadian ini bukan yang pertama kali, setidaknya sudah ada dua hingga tiga kali kasus serupa. Pada kejadian sebelumnya, pihaknya juga sudah memberi masukan ke perusahaan dalam memilih katering.
“Sebelumnya kita sudah beri masukan, untuk pemilihan, sebetulnya kalau tadi ditanya sudah sesuai prosedur. Ada speknya dan ada persyaratan untuk kateringnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, ratusan karyawan sebuah pabrik garmen di wilayah Ngaglik, Sleman harus dilarikan ke rumah sakit Panti Nugroho Pakem karena diduga keracunan makanan, Kamis (5/13). Diduga, mereka keracunan setelah mengonsumsi makanan katering dengan lauk ikan tongkol dari tempatnya bekerja. Dari informasi dihimpun, para pasien ini rata-rata datang dengan keluhan pusing, mual, dan muntah.(Shn)

 

 

BERITA REKOMENDASI