Keberadaan Tol Diharap Mampu Tingkatkan Sektor Wisata

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Tim proyek pembangunan jalan tol Yogya-Solo dan Yogya-Bawen telah beraudiensi dengan Pemkab Sleman. Keberadaan jalan tol ini diharapkan bisa berdampak positif baik kesejahteraan masyarakat hingga berkembangnya destinasi wisata yang ada di Sleman.

Bupati Sleman Sri Purnomo menerangkan, pada prinsipnya Pemkab Sleman mendukung proyek nasional pembangunan jalan tol Yogya-Solo dan Yogya-Bawen ini. Tapi Tim Proyek harus memberikan penjelasan agar masyarakat tahu konsep pembangunan jalan tol yang melewati daerah mereka dan konsultasi publik diharapkan selesai bulan Maret ini.

“Jaga kondusivitas dan dorong pembangunannya berjalan bagus. Sehingga memberi efek positif di Kabupaten Sleman secara maksimal,” ujar Sri Purnomo.

Menurut Bupati, dengan adanya exit tol di wilayah Prambanan, bisa dijadikan konektivitas destinasi wisata yang ada. Apalagi wisata di Prambanan sedang tumbuh pesat beberapa tahun belakangan ini. Sehingga keberadaan exit tol ini tentunya bisa membawa arti penting bagi kesejahteraan masyarakat Sleman timur.

“Pertumbuhan pembangunan di Sleman Timur semakin bagus. Destinasi wisata yang ada juga makin terbuka dan berkembang. Nantinya juga akan dilengkapi dengan papan-papan penjelasan tentang objek wisata yang ada di Sleman,” beber Sri Purnomo.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (PTR) DIY, Krido Suprayitno, menambahkan konsekuensi adanya jalan tol adanya prospek kewilayahan. Yakni keberadaan pusat pertumbuhan ekonomi yang sudah berkembang saat ini.

“Dampaknya signifikan dengan adanya jalan tol. Sehingga di wilayah timur, barat dan selatan juga sama. Kita berharap bupati Sleman bisa mengantisipasi pengendalian tata ruang sehingga sangat cepat perkembanganya,” jelasnya.

Krido mengungkapkan, proses konsultasi publik yang sudah dilakukan menunjukkan respons positif dari warga. Dengan respons ini bisa mempercepat pembentukan ijin lokasi. “Konsultasi publik harus rampung Maret, termasuk Perdes. Pada bulan Mei (Perdes) harus jadi, karena kami akan pararel proses pelepasan tanah,” pungkas Krido. (Aha)

BERITA REKOMENDASI