Kecamatan Depok Tertinggi Penyalahgunaan Narkoba

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Banyaknya mahasiswa dan  pendatang  menjadi salah satu penyebab penyalahgunaan narkoba di Sleman cukup tinggi. Khususnya di Kecamatan Depok yang terdapat banyak perguruan tinggi, area kos-kosan hingga tempat hiburan malam.

Untuk menanggulangi hal itu Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman terus menggencarkan program  Pencegahan  dan  Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Kepala BNNK Sleman AKBP Siti Alfiah mengatakan, penyalahgunaan narkoba di  Sleman  memang cukup tinggi. Bahkan menjadi penyumbang terbesar angka penyalahgunaan narkoba di DIY.

“Fenomena ini lantaran banyaknya mahasiswa, warga pendatang serta area kos-kosan tanpa induk semang hingga tempat hiburan malam juga menjadi faktor peredaran gelap narkoba di Sleman cukup tinggi. Untuk mengurangi permintaan dan pasokan narkoba, kami terus melak-sanakan  program  P4GN. Sedangkan pemberantasan narkoba di Sleman, kami juga telah mela-kukan sosialisasi, operasi hingga tes urine di tempat hibur-n,” jelasnya dalam jumpa pers akhir tahun di Kantor BNNK Sleman, Jumat (20/12).

AKBP Siti tak menampik jika membasmi peredaran narkoba hingga habis memang sulit. Pasalnya para sindikat narkoba juga selalu punya cara untuk mengelabui petugas. Bahkan pengendalian  peredaran narkoba dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) bukan menjadi sesuatu yang baru lagi.

“Saat di dalam lapas,pengguna pengedar dan bandar bisa saja berinteraksi. Setelah bebas,   yang awalnya hanya pengguna, pulang bukan sembuh malah jadi pintar. Yang jadinya bukan bandar, saat bebas justru  dikendalikan dari dalam,” bebernya.
 

 

BERITA REKOMENDASI