Kemampuan Bahasa Asing Calon TKI Minim

SLEMAN (KRjogja.com) –  Memiliki kemampuan dalam berbahasa asing, mutlak dimiliki bagi masyarakat. Terutama yang ingin bekerja ke luar negeri. Baik itu Bahasa Inggris, maupun bahasa negara tujuan.

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro dalam pembukaan Program Pendidikan dan Kecakapan (PKK) Upgrading Skill Bahasa Korea untuk CTKI, Kamis (04/08/2016). Kegiatan yang berlangsung di kantor Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) DIY ini merupakan kerjasama antara BNP2TKI dengan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ada 20 alumni SMKN 1 Temon Kulonprogo akan mendapatkan kursus Bahasa Korea gratis selama dua bulan.

Menurut Agusdin, saat ini BPN2TKI mendapatkan amanat untuk menghentikan TKI yang bekerja di sektor informal atau Pembantu Rumah Tangga (PRT). Melainkan mengirimkan TKI formal. Hal ini tersebut tentu saja memiliki konsekuensi. Mengingat CTKI juga masih terbatas. "Selain itu kemampuan mereka juga belum maksimal. Baik dari segi bahasa maupun 'skill'. Pelatihan Bahasa Korea ini menjadi salah satu cara kami dalam menyediakan CTKI yang memiliki kemampuan berbahasa asing,” katanya.

Saat ini, TKI sudah tersebar di 100 negara di dunia. Dan menduduki lebih dari 600 jabatan. Permintaan TKI tidak hanya datang dari Korea. Tapi juga negara lain. Mulai dari Jepang, Taiwan hingga negara di timur tengah.(Awh)

 

BERITA REKOMENDASI