Kemarau Panjang, Untungkan Petani Tembakau

SLEMAN, KRJOGJA.com – Musim tembakau tahun ini di Kabupaten Sleman mundur. Hal ini karena awal musim kemarau juga mundur. Jika pada Agustus biasanya sudah siap panen, sekarang rata-rata baru berusia 1,5-2 bulan.

Baca Juga: Heboh! Di Semin, Air Menyembur Kuat dari Lahan Tandus

Seperti tembakau milik Suyitno, petani di Dusun Kledokan Desa Selomartani Kalasan Sleman. Biasanya pada Bulan Juni dia sudah mulai tebar bibit. Namun, waktu itu masih banyak hujan. Untuk itu awal tanam tembakau miliknya juga ikut mundur. "Baru mulai tanam sekitar dua bulan yang lalu. Malah ada yang tanamannya masih berusia satu bulan. Jadi, panennya nanti juga otomatis mundur," ujarnya, Kamis (22/8/2019).

Dia memprediksi, harga tembakau tahun ini akan bagus. Ini karena cuaca yang sangat mendukung. Di mana kemarau juga akan berlangsung panjang. "Sudah tiga tahun terakhir harga tembakau kurang bagus. Kami prediksi kami benar, tahun ini akan bagus," katanya.

Dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman sebelumnya juga sudah memprediksi, jika tahun ini bagus tembakau akan bagus. Salah satu karena adanya kepercayaan dari petani, jika tahun ganjil adalah tahun yang bagus untuk tembakau. Selain itu juga didukung dengan cuaca. 

Luas lahan tembakau juga mencapai 800-1.500 hektare. Sedangkan tahun lalu hanya setengahnya saja. Selain luas lahan yang meningkat, kemungkinan besar petani juga bisa membuat tembakau srintil. "Tembakau jenis itu harganya yang paling bagus. Meski jumlahnya tidak banyak. Hanya saja memang harus didukung dengan cuaca yang bagus. Karena kalau sudah terkena hujan, akan mempengaruhi kualitas tembakau," ungkap Kepala DP3 Sleman Heru Saptono.(Awh)

BERITA REKOMENDASI