Kemarau, Petani Gunakan Pompa Air Untuk Irigasi

SLEMAN, KRJOGJA.com -Memasuki puncak musim kemarau, memberikan imbas di sektor pertanian. Sejumlah petani terpaksa menggunakan pompa air untuk irigasi. Karena air sungai sudah semakin susut.

Seperti yang dilakukan Wagiyo, salah satu petani di Kecamatan Kalasan Sleman. Sekitar 1-2 bulan yang lalu dia mulai menggunakan pompa air untuk irigasi. Karena sungai yang terletak di dekat lahannya sudah tidak ada airnya. Selain itu struktur tanah di lahan sawah miliknya juga termasuk kering.

"Kalau musim hujan, airnya melimpah. Saat kemarau, airnya sangat kurang. Jadi ini nyedot dari sumur menggunakan pompa. Dalam satu bulan, paling tidak dua kali sawahnya dikasih air. Biar tidak kering sekali," katanya, Jumat (9/8).

Untuk mengairi 1.000 meter2 lahan sawah miliknya, dia membutuhkan setidaknya lima liter bahan bakar. Beruntung pompa air ini miliknya pribadi, sehingga dia tidak harus mengeluarkan ongkos untuk sewa. "Kalau harus sewa, biaya produksinya jadi lebih besar. Karena dalam sebulan setidaknya harus dialiri dua kali," katanya.

Guna menghemat air, dia memilih tanaman cabai. Sebagai pertimbangan, tanahnya yang kering sehingga tidak masalah jika tidak harus dialiri air. Sebelum ditanam cabai, sawah milik Wagiyo ditanami padi. "Saya biasanya hanya padi sekali. Sisa musim tanam saya tanami cabai," katanya.  (Awh)

BERITA REKOMENDASI