Kemenhan Tegaskan ‘Bela Negara’ Penting untuk NKRI

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Karakter ‘Bela Negara’ wajib dimiliki setiap warga demi menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara, yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini dipaparkan dalam pidato ilmiah Menteri Pertahanan (Menhan) RI dalam Dies Natalis ke-58 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dalam pidato yang disampaikan Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kemenhan RI, Brigjen TNI Dr Jubei Levianto mewakili Menhan RI Prabowo Subianto di Auditorium UNY, Sabtu (21/05/2022), karakter Bela Negara sangat penting bagi NKRI. Karakter tersebut untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dari berbagai ancaman.

“Bela Negara adalah tekad, sikap, perilaku, serta tindakan warga negara, baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara, yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dari berbagai ancaman,” terangnya.

Meski penting, namun dalam pidato bertema ‘Pendidikan Yang Unggul, Kreatif, Dan Inovatif Berkelanjutan Untuk Membangun Karakter Bela Negara Menuju Peradaban Bangsa’, keberadaan karakter Bela Negara masih sering memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat.

Beberapa pertanyaan yang sering muncul terkait hal tersebut diantaranya, apa yang harus dibela dari negara kita? Kemudian mengapa negara harus dibela? Dan siapa yang harus membela negara?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, pria kelahiran Jakarta, 29 Agustus 1965 tersebut menjelaskan, yang harus dibela dari negara adalah kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa. Pasalnya, hal itu memiliki kepentingan nasional yang terkadang berbenturan antara negara satu dengan yang lainnya.

Kondisi tersebut membuat negara perlu survive mengingat semakin kuatnya persaingan dan tidak ada yang dapat menjamin bahwa sebuah negara akan tetap ada atau tetap berdiri. “Untuk itu agar tetap hidup negara harus tetap dibela dan dilindungi dari berbagai macam bentuk ancaman,” tegasnya.

Terkait pertanyaan mengapa negara harus dibela? Jubei Levianto menyatakan bahwa, membela negara adalah tugas nasional dan tidak bisa hanya semata-mata menggantungkan pada Tentara Nasional Indonesia (TNI). “Harus melibatkan segenap komponen bangsa, termasuk di dalamnya seluruh warga negara, lembaga negara, lembaga kemasyarakatan, partai politik dan lain-lain,” ujarnya.

Doktor dari Universitas Trisakti Jakarta tersebut mengatakan keikutsertaan warga negara dalam usaha Bela Negara dapat dilaksanakan melalui beberapa hal, seperti pendidikan kewarganegaraan dan PKBN. “Setelah memahami tentang Bela Negara maka warga masyarakat mampu menjadi agen perubahan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Bela Negara di lingkungannya masing-masing,” terangnya.

Sementara itu, Rektor UNY Prof Sumaryanto dalam sambutannya menegaskan, dengan me mengangkat tema ‘Sinergitas UNY dalam Mewujudkan Pendidikan yang Unggul, Kreatif dan Inovatif Berkelanjutan sebagai Investasi Peradaban Bangsa’ UNY menegaskan komitmennya untuk pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Dengan komitmen menuju perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH), UNY senantiasa memegang teguh komitmen untuk membangun SDM yang unggul, kreatif dan inovatif berkelanjutan melalui penyelenggaraan tridharma yang berkualitas. “Dengan penyelenggaraan tridharma bagi seluruh lapisan masyarakat, diharapkan UNY dapat mengambil peran yang signifikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa” kata Sumaryanto. (Hit)

BERITA REKOMENDASI