Kemenperin Dorong 4,2 Juta Santri Jadi Wirausaha

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak hanya mencakup pendidikan agama dan moralitas, namun juga pendidikan formal sampai pendidikan kewirausahaan. Pesantren juga dapat berperan strategis dalam mendukung pertumbuhan industri di Indonesia sebagai ‘agent of development’ dalam mengembangkan sumber daya masyarakat di daerah, sehingga menjadi sarana yang penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Data Kementerian Agama sampai Agustus 2019 menyebutkan, di Indonesia terdapat 28.194 pondok pesantren yang tersebar di seluruh provinsi dengan total 4.290.626 santri. “Dengan jumlah pondok pesantren dan santri yang cukup besar, pondok pesantren memiliki potensi strategis untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional, salah satunya melalui penumbuhan wirausaha industri baru di lingkungan pondok pesantren,” tandas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih, pada acara Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru (WUB) Santri di lima kabupaten yang dilakukan secara daring, Selasa (28/7).

Kegiatan ini melibatkan enam pesantren di lima kabupaten, yakni Kabupaten Jombang, Pasuruan, Sukabumi, Bantul dan Sleman. Dari DIY yang mendapatkan fasilitasi dari Ditjen IKMA Kemenperin adalah PP Assalafiyyah Terpadu II Mlangi Sleman dan PP Al-Imdad Pajangan Bantul.

Gati Wibawaningsih mengatakan, wirausaha memegang peranan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan nilai tambah barang dan jasa, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial, serta terciptanya masyarakat adil dan makmur.

Ini tugas dan tanggung jawab bersama antara Pemerintah dengan masyarakat, terutama bagi para santri untuk bersama-sama membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih baik. “Karena itu saya mendorong agar para santri selepas lulus dari pondok pesantren tidak hanya menjadi guru di musala atau masjid tapi juga menjadi seorang santripreneur,” harapnya.

BERITA REKOMENDASI