Kepala Sembilan Sekolah di Sleman Belajar Manajemen Pengelolaan

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Insiden susur sungai SMPN 1 Turi beberapa waktu lalu mengundang empati sekaligus keprihatinan banyak pihak. Apalagi, diketahui kemudian kegiatan susur sungai yang diinisiasi pembina Pramuka yang kemudian menjadi tersangka tak diketahui sang kepala sekolah dengan dalih baru 1,5 bulan menjabat.

Koordinasi yang tak baik tersebut sekilas menunjukkan tidak adanya manajemen sekolah yang baik. Mis-koordinasi antara kepala sekolah dengan pengampu kepramukaan membuat munculnya korban jiwa 10 siswi akibat hanyut di Sungai Sempor.

Kejadian nahas tersebut dinilai tak akan terjadi bila ada manajemen sekolah yang baik. Terciptanya komunikasi antara kepala sekolah, guru, siswa hingga para orangtua dan masyarakat menjadi hal paling penting untuk diwujudkan agar kedepan tak lagi terjadi hal memilukan itu.

Tanoto Foundation bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan pelatihan bagi 9 kepala sekolah tingkat SD dan SMP di Kabupaten Sleman, Sabtu (29/02/2020). Berbagai hal dipelajari dengan tujuan mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang baik serta sesuai standar nasional pendidikan.

Dr Nurkholis MM, Koordinator Tanoto Foundation DIY-Jateng mengungkap selain kepala sekolah, mereka juga mengundang perwakilan elemen lain seperti guru hingga komite sekolah sebagai wakil masyarakat. “Ada beberapa kiat yang dibagikan dalam pelatihan ini, diantaranya cara mewujudkan sekolah yang otonom, partisipatif, transparan serta akuntabel. Di sini kita juga bahas bagaimana seharusnya peran kepala sekolah, positioningnya seperti apa untuk memastikan manajemen berjalan baik. Mungkin kemarin kejadian di Turi bisa jadi pelajaran berharga yang intinya jangan sampai terjadi,” ungkapnya disela pelatihan.

Nurkholis tak memungkiri, sampai saat ini manajemen menjadi hal yang kurang diperhatikan dan tak jarang dinomerduakan. “Padahal manajemen ini sangat penting, karena itu kami punya komitmen untuk memaksimalkan sisi ini,” tandas dia.

Senin (02/03/2020) nanti, para kepala sekolah akan diajak berpraktik langsung ke salah satu sekolah untuk menyaksikan dan mengecek memastikan manajemen berjalan atau tidak. “Kita paling penting itu praktik dan nantinya dua tahun kedepan mereka akan didampingi untuk memastikan program manajemen sekolah berjalan dengan baik. Dosen-dosen dari UNY sebagai fasilitator akan mendampingi,” ungkapnya lagi. (Fxh)

BERITA TERKAIT