Keren! Siswa SMAN 1 Kalasan Ikrar Siap Awasi Pilkada Sleman

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Siswa kelas 12 SMAN 1 Kalasan mengikuti sosialisasi kepemiluan bersama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kalasan, Kamis (12/3/2020). Menjadi pemilih pemula dalam Pilkada Sleman 2020 ini, para siswa pun diharapkan jadi relawan untuk memastikan pilkada September mendatang berjalan sesuai aturan perundangan yang berlaku.

Salah satu siswa, Muhammad Lutfi Arya Widakdo (17) mengatakan ia mendapatkan pengetahuan baru tentang kepemiluan, terutama terkait Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lutfi pun mengaku siap membantu suksesnya pilkada di Sleman yang terdekat pada 23 September mendatang dengan menolak money politic.

“Saya jadi paham apa itu money politic, ternyata itu melanggar, meski tidak diterima oleh sendiri atau orang per orang tapi untuk masyarakat ya tetap salah. Seperti pernah dengar ada yang menerima dari calon DPR dulu (pada Pileg 2019), tapi warga sepakat uangnya untuk bangun kampung, tapi pilihan tetap sesuai keinginan masing-masing warganya,” ungkap Lutfi.

Sementara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA N 1 Kalasan, Drs. Sumarno mengatakan, sosialisasi dari Panwascam Kalasan diperlukan bagi siswanya terlebih cukup banyak yang akan menjadi pemilih pertama kali pada pilkada mendatang.
“Sosialisasi ini perlu, agar anak-anak kami yang sudah menjadi pemilih pemula bisa menggunakan hak pilih sesuai dengan aturan yang ada. Pemilih pemula ini potensial karena jumlahnya banyak, anak-anak kami juga belajar berdemokrasi,” terang dia.

Anggota Panwascam Kalasan, Lilik Sumitro mengungkapkan tujuan sosialisasi kepemiluan khususnya terkait pengawasan untuk sisiwa kelas 12 di SMA N Kalasan adalah sebagai upaya untuk memberi kesadaran politik sekaligus menjaring pengawasan partisipatif kalangan milenial. Ia menjelaskan, ada beberapa praktik yang melanggar aturan diantaranya adalah money politic (politik uang), kampanye hitam dengan cara menjelek-jelekkan salah satu Calon Kepala Daerah sehingga menimbulkan perpecahan dalam masyarakat, politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA).

“Kalangan milenial, khususnya pemilih pemula perlu diberi pembekalan tentang kepemiluan, termasuk bagaimana mengawasi pemilihan agar benar-benar sesuai dengan aturan. Untuk mewujudkan Pemilihan Bupati Sleman 2020 yang berintegritas, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil perlu partisipasi masyarakat termasuk kalangan pemilih pemula,” terang dia. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI