Keributan di RSA UGM Berakhir Damai

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Petugas Unit Reskrim Polsek Gamping turun tangan terkait keributan yang terjadi di RSA UGM, Senin (19/04/2021) dini hari. Empat orang yang diduga pelaku dan pemicu keributan yakni FT, RS, AR dan DM, sudah diperiksa. Polisi juga telah memanggil keluarga pasien dan pihak management rumah sakit, Jumat (23/04/2021).

Kapolsek Gamping Kompol, Aan Andrianto diwakilkan Kanit Reskrim AKP Fendi Timur menjelaskan pihak keluarga pasien diwakili oleh Ike sebelumnya telah melaporkan kejadian itu untuk diproses hukum. Namun setelah dilakukan mediasi, para pihak yakni keluarga pasien, rumah sakit dan pelaku keributan, sepakat untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.

“Para pihak sudah melakukan mediasi dan mereka sepakat masalah ini selesai musyawarah melalui mekanisme yang ada,” jelasnya.

Fendi menyebut, para pelaku mengakui perbuatannya dan sudah meminta maaf kepada pihak lain. Keributan terjadi saat FT, AR dan DM, mengantarkan teman wanitanya RS yang tengah mabuk dan muntah darah ke RSA UGM. Setibanya di rumah sakit, mereka merasa tidak mendapatkan pelayanan yang baik sehingga membuat keributan.

“Tapi pastinya pihak rumah sakit punya SOP bahwa pertolongan terukur, sehingga terjadi perdebatan dan keributan sehingga mengganggu yang lain, termasuk pasien dan keluarganya,” ungkap Fendi.

Salah satunya, Khairudin (35) yang saat itu menunggu bapak mertuanya yang kritis akibat jantung di IGD rumah sakit dan akhirnya meninggal. Saksi melihat saat DM marah-marah sambil berteriak-teriak. “Dia sudah saya tegur, namun malah marah, dia juga nendang-nendang,” jelas Khairudin di Mapolsek.

Sedangkan DM mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi. “Saya panik karena teman saya sakit tapi belum ada pelayanan. Saya minta maaf khususnya kepada rumah sakit, keluarga pasien dan masyarakat luas. Saya menyesal, saya mengakui salah,” tandasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI