Kesal Teman Wanitanya Diganggu, Pelajar Gunakan Airgun Tembak Remaja

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Seorang pelajar di Sleman kembali terjerat hukum karena membawa airgun tanpa dilengkapi surat-surat. Menggunakan airgun yang dibelinya seharga Rp 1,2 juta, FMA (17) menembak pelajar lainnya bernama Andres di Jalan Godean.

Penembakan dipicu persoalan sepele, yakni korban mengendarai motor secara zig-zag saat pelaku dan teman-teman wanitanya tengah berkendara. Kini meskipun tidak ditahan, namun FMA tetap harus menjalani proses hukum karena terancam hukuman 12 tahun.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah SIK menjelaskan FMA diamankan oleh warga di Jalan Godean km 10 Geneng Sidoagung Godean, Jumat (25/12/2020) pukul 21.00 WIB. Dijelaskan, kasus itu bermula saat pelaku bermaksud pulang setelah dari warung kopi di wilayah Kulonprogo dengan teman-temannya.

Saat di warung kopi, pelaku mengakui sempat menenggak minuman keras. Kemudian saat melintas di Jalan Godean km 11 Berjo Sidoluhur Godean,korban yang berboncengan dengan temannya menyalip pelaku dan rombongan dengan zig-zag dan hampir menyerempet teman perempuannya yang berboncengan.

“Merasa teman perempuannya diganggu, akhirnya dikejar dan sampai TKP, pelaku menembak korban tiga kali menggunakan softgun. Satu tembakan mengenai helm korban, sehingga spontan korban berteriak klithih,” jelas Kasat didampingi Kanit Reskrim Polsek Godean Iptu Bowo Susilo, Senin (28/12/2020).

Kebetulan, lokasi kejadian ramai dengan warga sehingga pelaku berhasil diamankan. Hasil penyidikan, pelaku mengaku membeli airgun itu tiga tahun lalu saat dirinya masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Senjata itu selalu dibawa kemanapun saat bepergian, dengan dalih untuk jaga diri.

“Airgun itu biasanya digunakan untuk main-main seperti nembak botol saat di rumah. Kalau untuk melakukan perbuatan yang melawan hukum, pengakuannya baru sekali,” pungkasnya. (Ayu)

BERITA REKOMENDASI