Ketum Pemuda Muhammadiyah : Republik Ini Kurang Ngopi!

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Indonesia dilahirkan dengan penuh keberagaman. Perbedaan-perbedaan yang ada itu harusnya digembirakan. Hal tersebutlah seperti yang diungkapkan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak dalam Catatan Najwa #BedaItuBiasa yang digelar di UIN Sunan Kalijaga, Jumat (25/05/2018).

Toleransi otentik adalah toleransi yang murni, tanpa politik maupun kepentingan tertentu. Banyak dilakukan para politikus, menciptakan stigma yang mengarah kebencian untuk pihak lain,” tuturnya dihadapan ribuan penonton yang memadati gedung Prof Dr H M Amin Abdullah.

Baca juga :

Gusdurian Lahirkan Platform Aduan Ujaran Kebencian

Ujaran Kebencian Sulitkan Diri Hargai Perbedaan

Indonesia Raya 3 Stanza Bergemuruh di UIN Sunan Kalijaga

Dahnil sangat menyayangkan perpecahan dan aksi intoleransi yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Menurutnya, semua kejadian tersebut ada karena kurangnya silaturahmi dan interaksi antar umat beragama. Peristiwa itulah yang kemudian membuat dirinya saat ini menjalankan program menyusuri Indonesia dari Sabang sampai Merauke untuk untuk bersua dengan berbagai tokoh agama.

“Kenapa Indonesia tidak bahagia dengan keberagaman karena kurang dialog. Ya itu yang kemudian membuat perjalanan naik Vespa dari Sabang sampai Merauke saya mampir ke gereja-gereja dan berdialog,” ujarnya.

Dahnil pun selalu berpegang teguh pada kata-kata Bung Hatta. Ungkapan itu berbunyi bahwa Indonesia bukan dipersatukan bukan karena warna kulit, bukan karena agama, tetapi dipersatukan karena nalar pikir. Kalimat tersebutlah yang kemudian membuat Dahnil selalu mengajak masyarakat untuk menggembirakan perbedaan.

“Kita dipersatukan karena nalar pikiran, kalau bahasa sekarang akal sehat, itu semua dibangun dengan dialog, silaturahmi. Kalau bahasa anak mudanya ngopi, jadi sebenarnya republik ini kurang ngopi,” imbuhnya.

Dipenghujung acara, Dahnil bertitip pesan kepada seluruh penonton untuk bersama-sama menggemberikan perbedaan dan memajukan Indonesia. Ia berharap Indonesia dapat bersatu dan kembali utuh tanpa ada kasus-kasus intoleransi.

“Mari sama-sama kita gembirakan perbedaan, sama-sama majukan Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah dari peserta. (MG-10)

BERITA REKOMENDASI