Kinerja Pelaksanaan APBN DIY Tumbuh Tinggi

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRjogja.com – Kinerja APBN di DIY menunjukkan perbaikan pada Mei 2021 dibanding periode Mei 2020. Pendapatan Negara mencapai Rp2,54 triliun atau tumbuh 0,6 persen. Realisasi Pendapatan Negara tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1,81 triliun dan PNBP sebesar Rp731,2 miliar. Dari sisi belanja negara tercatat tumbuh 20,37 persen (yoy) sampai dengan Mei 2021.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan DIY Sahat M.T. Panggabean menyampaikan realisasi belanja negara di DIY sampai dengan akhir Mei 2021 mencapai Rp7,97 triliun atau 35,87 persen dari total pagu, tumbuh 20,37 persen (yoy). Pertumbuhan belanja negara yang cukup tinggi tersebut didorong tingginya Belanja Pemerintah Pusat dan membaiknya Transfer Dana Ke Daerah (TKDD).

“Realisasi belanja negara terdiri dari belanja Pemerintah Pusat berupa belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp3,86 triliun atau 32,01 persen dan TKDD sebesar Rp4,11 triliun atau 40,45 persen,” ujar Sahat dikantornya, Selasa (28/6).

Sahat menjelaskan realisasi belanja negara tumbuh tinggi terutama didukung pertumbuhan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar 50,27 persen (yoy). Hal ini dipengaruhi pertumbuhan positif pada semua jenis belanja, yaitu belanja pegawai Rp1,8 triliun atau 38,8 persen, tumbuh 0,6 persen (yoy), belanja barang Rp1,02 triliun atau 23,6 persen tumbuh 67 persen (yoy), belanja modal mencapai Rp1,02 triliun atau 33,3 persen tumbuh signifikan 567,7 persen (yoy) dan belanja bantuan sosial sebesar Rp7,5 miliar atau 46,7 persen, tumbuh 29,3 persen (yoy).

“Belanja barang K/L telah memberikan manfaat kepada masyarakat berupa pengadaan obat-obatan pada Rumah Sakit dengan progres 37,40 persen dari target 25 paket senilai Rp337,06 miliar dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri dengan progres 20,41 persen dari target 12 Perguruan Tinggi senilai Rp75,91 milia. Kemudian siswa penerima BOS dengan progres 31,70 persen dari target 26.845 siswa senilai Rp31,56 miliar dan bantuan pendidikan dengan progres 42,06 persen dari target 120 orang senilai Rp 712 juta sampai dengan akhir Mei 2021,” terangnya.

Selanjutnya, realisasi belanja modal antara lain digunakan untuk pembangunan/ rehabilitasi daerah irigasi dengan progres 15,26 persen dari target 50,01 km senilai Rp 412,79 miliar, pembangunan bendungan dengan progres 75,46 persen dari target 1 unit senilai Rp 283,59 miliar dan pembangunan jalan strategis dengan progres 40,71 persen dari target 5 km Rp249,87 miliar. Pembangunan embung dengan progres 13,82 persen dari target 9 unit senilai Rp 120,10 miliar, dan pembangunan sistem pengelolaan air limbah domestik dengan progres 7,80 persen dari target 3.401 KK senilai Rp 122,19 miliar.

“Belanja bantuan sosial telah memberikan manfaat berupa pemberian bantuan PIP bagi siswa dengan progres 5,88 persen dari target 249 siswa senilai Rp 266,4 juta dan pemberian Bidikmisi dan KIP Kuliah bagi mahasiswa dengan progres 48,11 persen dari target 1.482 mahasiswa senilai 16,08 miliar,” imbuh Sahat

Sementara itu, realisasi TKDD tumbuh sebesar 1,43 persen (yoy), terdiri dari realisasi DBH sebesar Rp 94,77 miliar atau 38,56 persen dari total alokasi DBH, DAU sebesar 2,63 triliun atau 50,55 persen, DAK Fisik sebesar Rp24,19 miliar atau 3,82 persen, DAK Non Fisik sebesar Rp 878,28 miliar atau 45,21 persen, Dana Keistimewaan sebesar 198 miliar atau 15 persen, DID sebesar Rp 57,32 miliar atau 17,58 persen, dan Dana Desa sebesar Rp228,84 miliar atau 49,70 persen. Peningkatan kinerja penyaluran TKDD terjadi abgi peningkatan DBH akibat penyaluran kurang bayar tahun sebelumnya, dan penyaluran DAK Nonfisik sesuai dengan jadwal. (Ira)

 

BERITA REKOMENDASI