Kisah Bikin Sumur Keluar Darah

Editor: Ivan Aditya

Tentu saja munculnya sumur itu setelah warga membangun sumur di dekat makam Ki Ageng Wonolelo. Keanehan lain, sebelum makam Ki Ageng Wonolelo dibangun, banyak warga yang tidak berani membangun rumah tembok. Jika ada yang nekad, selalu ada kejadian. Bila tidak cepat meninggal, orang bersangkutan jiwanya terganggu.

Keajaiban juga terjadi tatkala pembangunan makam. Warga, kata Juritno, sepakat bikin ukuran 8×8 meter. Namun setelah diukur hanya ada 6 meter. Anehnya, setelah jadi pondasi, diukur sesuai keinginan: 8×8 meter.


Lima pusata Ki Ageng Wonolelo. (Foto : Latief ENR)

Acara Saparan dengan membagi apem yang telah menginjak tahun ke-53, bagian mengenang Ki Ageng Wonolelo. Warga tidak berani meninggalkan ritual tersebut. Terbukti, setelah ritual tersebut dilaksanakan, Dusun Pondok Wonolelo 1 mulai berubah. Yang dulunya tandus, kini subur. Air juga mudah didapat. Sudah banyak sumur dan rumah tembok.

Dan karena tidak berani meninggalkan Saparan, di masa pandemi ini dihelat tertutup. Acara Saparan kemarin diisi tahlinan, tidak ada kirab. Apem yang selama ini menjadi simbol ritual, tetap dibikin dan dibagikan pada yang hadir, dengan jumlah tidak sebanyak tahun sebelumnya.

BERITA REKOMENDASI