Kisruh Internal UP 45 Berlanjut, 2 Dosen Dipecat Sepihak

Sebelumnya diberitakan 98 dosen dan karyawan Universitas Proklamasi (UP) 45 melakukan aksi mogok kerja terhitung sejak Rabu (23/9/2020). Mereka menyatakan kekecewaan terhadap Yayasan Universitas Proklamasi 45 yang melakukan upaya intimidatif dalam penyelesaian masalah internal.

Para dosen dan karyawan yang tergabung dalam Serikat Dosen dan Karyawan Universitas Proklamasi 45 meradang setelah pernyataan mosi tidak percaya pada rektor berbuntut pada munculnya surat peringatan dari Yayasan Universitas Proklamasi 45. Ujung pangkalnya, mereka menyatakan kritik terhadap Yayasan dan Rektor yang melakukan pengurangan karyawan dengan alasan Covid-19 serta ketidaktransparanan keuangan.

Wakil Rektor II Bidang Sumberdaya, Organisasi dan Umum UP 45, Dewi Handayani Harahap mengatakan pihaknya kecewa dengan ketidaktransparanan rektor dan yayasan atas keuangan. Menurut dia, para dosen dan karyawan mendapatkan pernyataan berbeda terkait krisis kampus yang disampaikan dalam rapat rutin manajemen dengan rapat senat pada awal September lalu.

“Awalnya dalam rapat rutin disampaikan bahwa Corona membuat penurunan pemasukan universitas dan ada kebijakan yang dirasa tak pro karyawan yakni pemotongan gaji, penundaan dan pengurangan karyawan. Rektor menilai ada krisis dan kami pertanyakan. Lalu senat mengangkat isu ini ke rapat senat yang lebih tinggi lalu bagian keuangan menjabarkan dan ternyata di rapat senat didapatkan pernyataan berbeda yakni baru potensi kritis. Lalu kami pertanyakan kondisi sebenarnya. Ketua senat masih dijabat rangkap oleh pak rektor dan kami usulkan perubahan agar masalah krisis bisa dibereskan bersama agar senat bisa terlibat memikirkan,” ungkapnya pada wartawan di kampus UP 45.

BERITA REKOMENDASI