KKN-PPM UMY Tingkatkan Kualitas Penjualan Tahu Telas di Dusun Jaten

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Banyak UMKM di DIY khususnya wilayah pedesaan belum memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pemasaran. Cara pemasaran dari mulut ke mulut maupun model titip barang masih dilakukan guna menjual produk yang dihasilkan. Padahal dengan memanfaatkan teknologi maka peluang pasar akan semakin terbuka dan lebih efektif dalam segi waktu maupun tenaga.

Hal itulah yang mendorong Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UMY untuk melakukan perubahan di Dusun Jaten Sendangadi Mlati Sleman. Tempat tersebut selama ini dikenal sebagai sentar produkai tahu telas yang dibuat langsung oleh warganya.

Ketua tim KKN-PPM dari Prodi Politik Islam Program PascaSarjana UMY, Ulung Pribadi menyampaikan tahu telas yang diproduksi warga sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Namun karena keterbatasan kemampuan memanfaatkan teknologi, pemasaran tahu telas di dusun ini kurang berkembang.

“Kami mengenalkan teknologi informasi untuk pemasaran digital dan meningkatkan kualitas produk. Kami berikan pula pemahaman kepada masyarakat tentang produk yang baik agar dapat meningkatkan penjualan,” kata Ulung Pribadi, Jumat (26/02/2021).

Ulung Pribadi menambahkan dalam KKN-PPM yang berlangsung sejak 16 Januari – 15 Februari itu, bersama mahasiswa memperkenalkan media sosial kepada para pelaku UMKM. Dari situ diperkenal mengenai fungsi media sosial terutama sebagai alat yang digunakan untuk memasarkan produk-produk yang akan dijual ke konsumen.

“Pelatihan dalam hal ini nantinya tim pengabdi mengggajarkan mengoperasionalkan media sosial kepada para pelaku UMKM tahu telas dengan mengundang tim dosen dari UMY sebagai narasumber pada kegiatan tersebut. Juga memberikan pelatihan bagaimana cara mengatur meningkatkan pemasaran dan promosi yang lebih kreatif untuk meningkatkan daya beli konsumen terhadap tahu telas,” tambahnya.

Tak hanya memberikan ilmu saja, para dosen dan mahasiswa juga melakukan pendampingan kepada masyarakat tentang bagaimana cara memasarkan produk melalui media sosial. Ulung Pribadi menambahkan, masyarakat sangat merespon baik apa yang dilakukan para dosen dan mahasiswa dalam program ini serta kedepan akan menerapkan dalam mengembangkan usahanya.

Salah seorang pelaku usaha tahu telas di Dusun Jaten, mengaku baru mengetahui manfaat pemasaran dengan media digital. Selama ini ia dan warga lainnya belum pernah melakukan pemasaran hasil produksi dengan cara tersebut serta lebih memilih menjual dengan cara konvensional.

“Kami harap dengan ini maka penjualan seperti ini orang lebih mengenal tahu telas dari dusun kami. Dengan demikian produk kami dapat meningkat penjualannya dan mampu menyejahterakan masyarakat,” katanya. (Van)

UMY

BERITA REKOMENDASI