Kodim 0732/Sleman dan BRI Gelar Sunatan Massal

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kodim 0732/Sleman bersama BRI Cabang Sleman mengadakan sunatan massal dalam rangka Hari Juang TNI AD Tahun 2019 dan HUT ke-124 BRI. Melalui sunatan massal ini sebagai bentuk kepedulian BRI dan Kodim Sleman kepada rakyat.

Pemimpin Cabang BRI Sleman Totok Siswanto menjelaskan, total 103 peserta sunatan massal terdaftar berasal dari masyarakat umum maupun anak anggota.

"Sunatan massal ini sangat bermanfaat dan bisa mengumpulkan masyarakat banyak. Selain itu bagi kaum laki-laki muslim, sunatan itu merupakan kewajiban dan menjaga kesehatan," jelas Totok, Jumat (20/12) di Makodim Sleman.

Menurut Totok, selain sunatan massal, sebelumnya juga telah dilaksanakan pembagian sembako pada saat peringatan Hari Juang TNI AD, rehab rumah tak layak huni dan donor darah. Kegiatan itu sebagai bentuk kepedulian BRI terhadap masyarakat yang membutuhkan. "Kami ingin meringankan beban masyarakat melalui kegiatan itu. Dengan harapan BRI selalu dekat dengan rakyat," terangnya.

Dalam kesempatan itu, Totok juga mengajak masyarakat untuk infak di masjid secara nontunai melalui LinkAja. Setiap masyarakat yang infak lewat LinkAja berhak mendapat undian hadiah umroh. Untuk itu pihaknya mengajak pengurus masjid yang belum bergabung bisa menghubungi BRI terdekat.

"Infak melalui LinkAja ini untuk menghindari pencurian. Selain itu lebih transparan dan tidak perlu menghitung lagi karena setiap ada infak langsung masuk rekening," ujar Totok.

Sedangkan Kasdim Sleman Mayor Inf Yakobus Totok Kartono mengapresiasi sunatan massal ini karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu juga bagian mengisi liburan sekolah bagi anak-anak.
"Kegiatan ini bukan yang pertama kali, tapi sebelumnya kami bersama BRI sudah melakukan rehab rumah tak layak huni dan bagi sembako. Kebetulan Hari Juang TNI AD dan HUT BRI berdekatan," kata Kasdim.

Sedangkan Direktur RSUD Sleman dr Joko Hastaryo MKes mengatakan, sunatan massal ini pihaknya menerjunkan 1 dokter spesialis urologi, 1 spesialis bedah, 5 dokter umum dan 20 perawat. Hal itu untuk memberikan pelayanan secara maksimal kepada pasien. "Kami menerjunkan dokter-dokter yang sudah terbiasa menangani sunatan," pungkas Joko. (Sni)

BERITA REKOMENDASI