Komisi A DRPD DIY Desak Kegiatan Beresiko Dalam Pramuka Dievaluasi

Editor: Agus Sigit

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kegiatan susur sungai SMPN 1 Turi yang sampai menimbulkan korban jiwa mengundang keprihatinan banyak pihak. Evaluasi menyeluruh mutlak dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang termasuk dari segi kegiatan Pramuka.

Ke depan, pembina Pramuka harus memiliki kompetensi di bidang kebencanaan. Termasuk kemampuan dan pengetahuan tentang lingkungan. Pramuka merupakan kegiatan positif yang mampu membentuk karakter dan kemandirian. Namun, jangan lantas disertai kegiatan yang cenderung beresiko. Bahkan sampai menghilangkan nyawa.

“Apalagi ini susur sungai yang umumnya dilakukan orang dewasa yang terlatih dan ahli. Seperti pecinta alam, penelitian dan yang lain. Artinya, kegiatan seperti itu belum waktunya dilakukan oleh anak-anak maupun remaja,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD DIY Retno Sudiyanti melayat ke rumah salah satu korban, Minggu (23/2) petang, Senin (24/2).

Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan koordinasi. Baik itu Pramuka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan stakeholder

lainnya. Kepada Pemda setempat juga harus ada evaluasi menyeluruh terhadap kegiatan ekstrakulikuler.

“Kita tahu, Pemda Sleman sudah melarang kegiatan serupa selama musim hujan. Kita juga akan menindaklanjutinya dengan melakukan evaluasi menyeluruh guna mencari solusi yang lebih konstruktif. Ini penting, karena masyarakat kita ini tinggal di wilayah yang rawan bencana. Bukan hanya ancaman erupsi Merapi saja. Tapi juga potensi yang lain, termasuk banjir,” urainya. (Awh)

BERITA TERKAIT