Komisi D DPRD Sleman Usulkan Dana Bosda Naik 25%

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komisi D DPRD Kabupaten Sleman mengusulkan agar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) naik 25 persen dari tahun ini. Di samping itu, dana insentif bagi Guru Tidak Tetap/Pegawai Tidak Tetap (GTT/PTT) dinaikkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru dan pegawai.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sleman Raudi Akmal mengatakan, Komisi D telah berkomitmen dana Bosda selalu naik setiap tahunnya. ”Untuk itu Komisi D mengajukan draf dana Bosda Tahun 2021 naik 25 persen dari tahun 2020 agar masuk dalam APBD 2021 yang akan segera dibahas bersama eksekutif,” katanya.

Tujuan peningkatan dana Bosda itu supaya fasilitas pendidikan di Kabupaten Sleman meningkat. Hal itu tentunya akan berpengaruh dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dengan harapan, ketika fasilitas pendidikan terpenuhi, mutu pendidikan di Kabupaten Sleman meningkat.

”Fasilitas pendidikan itu sangat mendukung dalam proses belajar mengajar di sekolah. Makanya dana Bosda yang berasal dari Kabupaten Sleman kami minta dinaikkan dengan tujuan kebutuhan fasilitas pendukung pendidikan bisa terpenuhi,” ujar Raudi.

Di samping Bosda, Komisi D juga akan meminta dana insentif bagi GTT/PTT dinaikkan dari tahun ini. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan para guru maupun pegawai di lingkungan sekolah. Mengingat masih banyak GTT/PTT yang gajinya di bawah UMR.

”Kami berkomitmen insentif bagi GTT/PTT naik setiap tahunnya. Tapi untuk besaran kenaikan dana insentifnya masih kami kaji. Ini bagian dari kami untuk memikirkan kesejahteraan para guru dan pegawai non PNS telah mengabdi di sekolahnya,” tambah Raudi. (Sni)

BERITA REKOMENDASI