Kompol Wiwik, Kapolsek Cantik yang Pernah Gagal Jadi Pramugari

Editor: KRjogja/Gus

SLEMAN, KRJOGJA.com – Gagal menjadi seorang pramugari tak lantas membuat Wiwik Haritulasmi putus asa. Justru sebaliknya, wanita yang akrab dipanggil Wiwik ini bisa 'move on' dan memilih menjadi anggota Polri. Bahkan, karir Polwan berpangkat Kompol ini terbilang bagus. Kini Kompol Wiwik mengemban jabatan sebagai Kapolsek Ngemplak, Kabupaten Sleman.

"Dulu saya cita- citanya bukan polisi tapi pramugari mungkin gugur dikecantikan, eh rupanya dikepolisian malah lulusnya karena kecantikan, pede kan saya," kata Wiwik saat berbincang di ruangannya Mapolsek Ngemplak belum lama ini.

Masa kedinasan Wiwik menjadi polwan sejak tahun 1988, pada saat itu lulus pendidikan, Wiwik di tempatkan di kota Palembang. Sebelum menjadi kapolsek Ngasem, Wiwik adalah Intel.

"Saya pernah di lalu lintas satu tahun kemudian selebihnya di intel sampai pindah ke Polda DIY. Di Polda DIY masuk intel pertama kali di tempat kan pengawas orang asing," ucapnya.

Selama masa kedinasanya menjadi polwan, Wiwik mengaku sudah lama bekerja di lapangan sebagai mata-mata kepolisian. Ditengah kesibukannya menjadi Intel, Wiwik tetap meneruskan pendidikan s2 nya di salah satu Universitas Yogyakarta. Hal itu guna menunjang karir kepolisiannya ke depan.

"Dari intel pengawasan orang asing, saya dimutasi ke bidang politik. Saya masuk keamanan negara jadi kanit naik jabatan Kompol kanit disubdit direktorat intelkam Polda DIY," ungkapnya.

Baca juga:
Jadi Bu Kapolsek Baru, Ini Strategi Kompol Wiwik

Lama di Intel, Kompol Wiwik Ngaku Sempat Tidak Punya Seragam Dinas

Polwan cantik kelahiran 1967 ini cukup lama berdinas di Polda DIY, siapa sangka, Wiwik mendapat amanah untuk mengemban jabatan sebagai kapolsek Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Menurut ibu dari tiga anak ini mengaku kaget tidak menyangka.

"Tiba-tiba saya dapat amanah dari allah dan dari pimpinan saya untuk mengemban jadi kapolsek di Ngemplak, Sleman. Jadi saya baru sekali jadi Kapolsek belum ada satu bulan," ungkapnya.

Setelah diangkat menjadi Kapolsek Ngasem, sebagai pemimpin di wilayah tersebut, Wiwik mengaku telah menyiapkan strategi untuk menekan kriminalitas dan membentuk tim khusus. Untuk menekan kriminalitas, Wiwik menyambangi warga sekitar melalui pendekatan sosialisasi. Kalau polisi tidak menyentuh masyarakat, secara otomatis di wilayah manapun kriminal akan selalu meningkat. (Ive)

 

BERITA REKOMENDASI