Komposisi Panwascam Sleman, 24 Persen Perempuan

SLEMAN, KRJOGJA.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) berhasil menetapkan 51 pengurus Panwascam di seluruh kecamatan. Dari 51 pengurus yang terpilih terdiri dari 39 laki-laki dan 12 perempuan dengan perbandingannya 76 % laki-laki dan 24 % perempuan.

"Semua sudah diplenokan dan diputuskan secara berlima, semua anggota Bawaslu Sleman hadir dan menyampaikan pendapat obyektif, dan hasilnya diumumkan Rabu (18/12). Proses pleno dan statistika calon Panwascam yang terpilih dalam membuat keputusan sangat hati-hati dan obyektif bahkan saking kehati-hatiannya, debat panas terpaksa lakukan terlebih mereka yang mendapat masukan masyarakat baik via email, surat, maupun datang langsung ke kantor Bawaslu Sleman," ujar Ketua Pokja Rekrutmen Panwascam yang jug komisioner Bawaslu, Vici Herawati, Rabu (18/12).

51 Panwascam yang terpilih akan dilantik pada 23 Desember 2019 dan sebelum dilantik ada kewajiban menyerahkan surat kesehatan rohani dan bebas napza ke Kantor Bawaslu Sleman.

Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa , Kantor Bawaslu Kabupaten Sleman menambahkan Bawaslu telah mengumumkan 51 panwascam yang siap dilantik secara resmi untuk Pilbup Sleman 2020. Adapun tahapannya melalui seleksi termasuk seleksi CAT

"Mereka yang lolos sebagai Panwascam telah diplenokan dan diputuskan secara bulat oleh ketua dan anggota Bawaslu Kabupaten Sleman sejumlah 51 orang dari 148 orang yang mendaftarkan diri terdiri dari personil lama (incumbent) dan personil baru dengan berbagai pengalaman seperti pernah menjadi Panwaslu Desa, Pengawas TPS, PPS, KPPS dan Pemantau Pemilu.," jelasnya.

Proses rekrutmen Panwascam ini imbuhnya melalui 3 tahapan seleksi obyektif dan transparan serta adanya masukan masyarakat. 
Adapun Bawaslu Sleman telah menyeleksi semua pendaftar sejumlah 149 orang, namun di saat seleksi administrasi ada 1 orang yang belum genap berumur 25 tahun sehingga tidak lolos. 148 orang mengikuti seleksi tertulis CAT pada 13 Desember 2019  lanjut tes wawancara selama 5 hari 14 sd 17 Desember 2019.

"Hasil dari ketiga seleksi tersebut semua nilai diakumulasikan ditambah dengan jejak rekam dan masukan masyarakat baik positif maupun negatif yang masuk ke Bawaslu Sleman. Kewajiban kami terhadap masukan masyarakat adalah mengkonfirmasi dan mengklarifikasi kebenaran masukan yang dimaksud," pungkasnya. (*)
 

BERITA REKOMENDASI