Koperasi Harus Berani Kembangkan Usaha di Sektor Riil

SLEMAN, KRJOGJA.com – Kemajuan teknologi informasi digital memberi tantangan bagi koperasi. Munculnya layanan simpan pinjam lewat online, mengharuskan koperasi lebih inovatif dan kreatif dalam mengembangkan usahanya.

Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Disperindagkop Sleman Ir Teguh Budianta mengatakan, tahun 2015-2016 pertumbuhan koperasi mencapai 7 persen. Namun seiring munculnya layanan simpan pinjam secara online, pertumbuhannya menurun menjadi 4 persen di tahun 2016-2017. "Koperasi harus berani mengembangkan usahanya di sektor riil seperti pengolahan dan perdagangan," terang Teguh dalam acara Rapat Anggota Tahunan (RAT) XIII Koperasi Wanita (Kopwan) 'Anggrek Mekar' Minomartani di Gedung Serbaguna Condongcatur Depok Sleman, Minggu (4/3/2018).

Menurut Teguh, untuk masuk ke sektor riil, koperasi perlu melakukan pengalihan aset. Kebijakan pengalihan aset tersebut diputuskan melalui forum RAT. Tegung juga menyarankan koperasi mulai memanfaatkan teknologi digital untuk memberikan terobosan-terobosan dalam pelayanan. "Diharapkan koperasi bisa naik kelas," katanya.

Ketua Tim Penggerak PKK Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, munculnya bank-bank online tak bisa dipungkiri mempengaruhi pertumbuhan koperasi. Namun dengan kreatifitas dan inovasi yang terus dilakukan, Kustini yakin koperasi akan terus bisa eksis bahkan berkembang. Contohnya dengan menampilkan produk-produk unggulan seperti sandang dan ketahanan pangan. "Para anggota koperasi juga turut berperan aktif dengan menyimpan dananya di koperasi atau melakukan simpan pinjam di koperasinya, bukan malah di bank," katanya.

Ketua Kopwan Anggrek Mekar Kiptiyah Sudibyakto mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi dengan memunculkan produk-produk baru untuk mengembangkan koperasi. RAT kali ini mengangkat tema 'Cintai Negeriku' dengan menampilkan produk-produk unggulan Sleman diselingi lagu-lagu bernuansa cinta negeri. Untuk memeriahkan acara dilakukan pengundian doorprize. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI