KPU Sleman Serahkan APK ke Peserta Pemilu

SLEMAN, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman sudah menyerahkan semua Alat Peraga Kampanye (APK) kepada peserta Pemilu. Dan semuanya juga sudah mengambil.

Peserta pemilu yang mendapatkan fasilitas APK dari KPU adalah parpol, pasangan capres cawapres serta perseorangan atau DPD. Untuk Parpol dan pasangan capres cawapres, mendapat fasilitas APK berupa spanduk berukuran 5×1,2 meter sebanyak 16 buah dan baliho berukuran 5×3 meter sebanyak 10 buah. Sedangkan untuk perseorangan atau DPD hanya berupa spanduk sebanyak 16 buah.

"Semua APK sudah kami serahkan kepada peserta Pemilu dan sudah diambil juga. Kami berharap kepada peserta Pemilu dapat mematuhi koridor hukum yang sudah ditetapkan," ungkap Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, Minggu (25/11/2018).

Terkait kampanye dan APK ada beberapa regulasi yang harus diperhatikan semua peserta Pemilu 2019. Keputusan KPU Sleman Nomor 68/2018 tentang Penetapan Lokasi Pemasangan APK Tingkat Kabupaten Sleman dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019, Keputusan KPU Sleman Nomor 69/2018 tentang Penetapan Jenis, Jumlah dan Ukuran APK dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019 dan Peraturan Bupati Nomor 27/2018 tentang Pemasangan APK.

Trapsi menjelaskan, jika regulasi dibuat bukan bermaksud untuk melarang peserta Pemilu untuk melakukan sosialisasi dan yang lain. Melainkan tetap memperhatiakn keselatan dan fasilitas publik lainnya.

"Hal-hal yang dilarang dapat dihindari. Kami bukan bermaksud untuk melarang. Kita membuka ruang kepada semua pihak untuk berkampanye dan mensosialisasikan dirinya. Namun di sisi lain, kepentingan publik juga tetap harus diperhatikan," urainya.

Sebelumnya, Bawaslu Sleman menemukan ribuan APK terbukti melanggar. Bukti pelanggarannya beragam dan dilakukan hampir semua peserta pemilu. Berdasarkan hasil pendataan, 134 APK  berupa baliho, spanduk, rontek dan banner salah dalam tata cara pemasangan. Selain itu juga melanggar aturan zonasi yang sudah ditetapkan oleh Keputusan KPU Sleman. Untuk bendera,  tercatat ada 925 buah yang rata-rata dipasang di pohon, tiang listrik, jembatan, fly over dan lokasi terlarang. 

"Kami sudah mengundang sejumlah perwakilan parpol dan pihak terkait sebagai tindak lanjut dari temuan ini. Kepada perwakilan parpol sudah menyatakan kesediaannya untuk melakukan penertiban secara mandiri," ujar Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa.(Awh)

BERITA REKOMENDASI