Kubu MuliA Laporkan KPU Sleman Kepada Bawaslu

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Pasangan calon (paslon) Sri Muslimatun – Amin Purnama (MuliA) melalui wakil ketua tim pemenangan, Surana melaporkan kepada Bawaslu Sleman perihal adanya dugaan pelanggaran pilkada yang dilakukan KPU setempat, Senin (16/11/2020). Pelaporan ini merupakan buntut dari adanya video dan status di akun Twitter resmi KPU Sleman dimana di dalamnya menampilkan visi misi paslon nomor urut 3, Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa pada Sabtu (14/11/2020) lalu.

Kubu MuliA dalam laporannya menyertakan bukti berupa tangkapan layar dari akun Twitter resmi KPU Sleman. Selain itu rekaman video menampilkan visi misi paslon 3 yang sempat diunggah di akun tersebut juga dibawa sebagai barang bukti.

Surana yang juga merupakan Ketua DPD NasDem Sleman mengaku pihak MuliA sangat dirugikan dengan adanya unggahan di akun resmi KPU Sleman tersebut. Ia menilai KPU menunjukkan sikap tidak netral dengan hanya manampilkan visi misi salah satu paslon saja.

“Di sana menampilkan salah satu paslon saja yakni nomor urut 3, justru yang nomor urut 1 dan 2 tidak ditampilkan. Berarti ini ada keteledoran atau mungkin disengaja, kami tidak tahu,” ungkap Surana didampingi Ketua Tim Hukum MuliA, Heru Sulistio dan Anggota DPRD Sleman dari Fraksi PKS, Yani Fathurahman usai membuat laporan di Bawaslu setempat.

Surana menegaskan adanya kejadian tersebut jelas akan mempengaruhi dan menggiring opini di tengah masyarakat. Pasalnya tak semua paslon dapat peluang yang sama untuk menyampaikan visi misi dan kesempatan itu hanya milik salah satu pasangan saja.

“Yang pasti kami sudah mengadu progran untuk Sleman, ‘Membangun Dusun Eampai Wangun’. Namun justru paslon 3 yang ditampilkan, sedangkan kami tidak,” tegasnya.

Terlepas kejadian ini merupakan keteledoran semata atau memang faktor kesengajaan, namun Surana meminta permasalahan yanh terjadi harus diusut tuntas. Ia juga meminta kepada Bawaslu Sleman dapat melakukan audit secara digital vorensik untuk mengungkap permasalahan ini.

Divisi Hukum, Humas dan Data Informasi Bawaslu Sleman, Arjuna Al Ichsan Siregar membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengungkapkan pengaduan dari kubu MuliA melalui wakil ketua pemenangan, Surana merupakan laporan pertama yang masuk untuk kasus tersebut.

Ia mengatakan sebelum ada laporan ini pun sebenarnya Bawaslu Sleman telah melakukan penelusuran sejak unggah yang memicu polemik itu beredar pada Sabtu lalu. Tak hanya itu, pihaknya juga telah meminta keterangan dari pihak KPU Sleman mulai dari komisioner hingga staf pengelola akun.

“Terlebih dahulu kami akan mengkaji (laporan) apakah memenuhi unsur formil materiil untuk ditangani. Minggu ini sudah ada plenonya, waktu yang kami miliki yakni tujuh hari untuk dapat memutuskan,” tegasnya.(Van)

BERITA REKOMENDASI