Kustini Siap Jawab Tantangan Luhut, Vaksinasi di Sleman Naik 4 Kali Lipat

Editor: Ivan Aditya

SLEMAN, KRJOGJA.com – Menko Maritim dan Investasi (Marives) RI, Luhut Binsar Pandjaitan meminta target vaksinasi di Kabupaten Sleman naik 4 kali lipat. Menanggapi hal itu Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo secara tegas siap menjawab tantangan Luhut tersebut.

Dalam kunjungannya ke Sleman, Jumat (06/08/2021) Luhut meninjau pelaksanaan vaksinasi massal dan mengunjungi shelter isolasi asrama haji. Vaksinasi massal sendiri diikuti oleh masyarakat umum, difabel, ibu hamil dan pelajar.

Usai melihat vaksinasi, kepada media Luhut meminta agar Bupati Sleman menaikkan target vaksinasi hingga 4 kali lipat. Target tersebut disesuaikan dengan rencana vaksinasi 2,3 juta orang per hari ke depannya.

Menanggapi permintaan tersebut, Kustini Sri Purnomo menegaskan siap menaikkan target peserta vaksinasi. Bahkan hal itu sejalan dengan rangkaian percepatan vaksinasi yang ditargetkan Pemkab Sleman.

“Kita mentargetkan akhir tahun 2021 target 70 persen kita tercapai. Untuk mencapai hal itu yang kita rancang dari kemarin adalah menaikkan jumlah target kita,” ungkap Kustini.

Saat ini target peserta vaksinasi harian di Sleman sudah mencapai angka sekitar 5.000 orang. Jumlah tersebut sudah melebihi jumlah peserta vaksin yang ditetapkan pada daerah PPKM Level 4 yakni 2.700 orang.

Selain meningkatkan target peserta, fasilitas layanan kesehatan yang melaksanakan vaksinasi juga akan diperkuat. Saat ini 25 puskesmas yang ada di Sleman setiap harinya menyelenggarakan vaksin lebih dari 200 dosis.

Pemkab Sleman juga berencana melibatkan mahasiswa kedokteran sebagai tenaga vaksinator tambahan. Dengan sejumlah rencana tersebut, Kustini yakin target vaksinasi akan dapat segera dicapai.

“Jumlah tersebut juga sangat mungkin bertambah mengingat banyaknya permintaan vaksin di luar faskes setiap harinya. Artinya kita bisa memenuhi target itu,” terang Kustini.

Untuk diketahui, cangkupan vaksinasi di Kabupaten Sleman telah mencapai 39,7 persen. Untuk dosis pertama telah disuntikkan sebanyak 352.987 atau 40,2 persen. Sedangkan dosis kedua mencapai 144.491 atau 16,4 persen. (Van)

BERITA REKOMENDASI